Buntut Penurunan Bendera PDIP di Desa Mojopurno, Politisi Senior PDIP Tidak Terima Dan Kawal Hingga Tuntas

Buntut Penurunan Bendera PDIP di Desa Mojopurno, Subari, S.Sos politisi senior PDIP mewakili PAC Wungu dan seluruh relawan, simpatisan, ranting sangat kecewa dan tidak terima Karena sudah mencoreng citra Demokrasi di Indonesia.

KAB.MADIUN, Kilas Nusantara — Buntut penurunan Bendera Partai PDI Perjuangan yang di lakukan oleh segelintir orang di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawatimur akhirnya berlanjut ke Bawaslu Kecamatan.

Sejumlah pengurus partai PAC, relawan, simpatisan, melaporkan ke Bawaslu Kecamatan Wungu, mereka langsung ditemui oleh Komisioner Bawaslu Kecamatan Wungu dan Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (Pamwascam), Sabtu (16/12/2023)

Subari, S.Sos yang merupakan politisi senior PDIP mewakili PAC Wungu dan seluruh relawan, simpatisan, ranting dalam laporanya mengatakan ini tidak boleh terjadi semua yang datang ini relawan, Simpatisan, Ranting dan PAC PDI Perjuangan sangat kecewa dan tidak terima apalagi ini pas waktunya masa masa kampanye mencoreng citra Demokrasi di Indonesia.

Peristwa penurunan bendera PDI Perjuangan itu bermula ketika salah satu simpatisan warga Jl.Sikatan, RT 23 RW 02 Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu yang bernama Eko Kuswanto (30 th) dengan sukarela memasang bendera PDI Perjuangan, di halaman samping rumahnya sendiri namun secara sengaja datang 3 orang ke rumah Eko menyuruh menurunkan bendera tersebut

Karena merasa takut akhirnya bendera itu di turunkan oleh Eko, selang beberapa saat relawan, simpatisan, ranting dan PAC datang ke lokasi dan keributan pun terjadi hingga Bhabinkamtibmas Polsek Wungu terjun langsung untuk meredakan suasana dan Panwascam ikut datang akhirnya suasana berangsur pulih. (Jumat.15/12/2023)

(@pur)