Viral! Dugaan Kejanggalan Pembangunan JUT Desa Sukaraharja Terbongkar Usai Inspektorat Turun Tangan

8 Mei 2026 — Kilasnusantara.id-Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Tahun 2024 Tahap II di Kampung Cikaret RT 03 RW 04, Desa Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kini menjadi sorotan publik dan viral di tengah masyarakat.

 

 

Hal itu mencuat setelah adanya laporan warga bernama Anggi terkait dugaan kejanggalan penyerapan Dana Desa tahun 2022 hingga 2025. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Inspektorat Kabupaten Cianjur melakukan pemeriksaan khusus (riksus) pada Selasa, 4 Mei 2026.

 

 

Dalam pemeriksaan itu, tim Inspektorat dikabarkan turun langsung ke lokasi pembangunan Jalan Usaha Tani di Kampung Cikaret. Menariknya, pada Kamis, 7 Mei 2026, papan informasi atau prasasti kegiatan baru terlihat dipasang di lokasi saat proses pemeriksaan berlangsung.

 

Berdasarkan informasi yang tertulis pada prasasti tersebut, kegiatan itu merupakan pembangunan “Perkerasan Jalan Usaha Tani” dengan volume panjang 300 meter dan lebar 1 meter. Anggaran yang digunakan tercatat sebesar Rp39 juta yang bersumber dari Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2024.

 

Namun fakta di lapangan memicu reaksi masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat Kampung Cikaret RT 03 RW 04 mengungkapkan bahwa awalnya warga hanya mengetahui adanya pemberian uang dengan bahasa “dana” sebesar kurang lebih Rp15 juta, sementara pelaksanaan pekerjaan disebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

 

“Warga awalnya tidak tahu kalau ini program Dana Desa senilai Rp39 juta. Taunya hanya dikasih dana sekitar Rp15 juta dan pengerjaan dilakukan gotong royong,” ujar sumber kepada awak media.

 

Masyarakat pun mengaku terkejut setelah mengetahui proyek tersebut ternyata menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2024 Tahap II dengan nominal puluhan juta rupiah. Kekecewaan warga mulai mencuat karena merasa tidak mendapatkan informasi yang transparan dari pemerintah desa.

 

“Kalau benar anggarannya Rp39 juta, kenapa masyarakat tidak diberi penjelasan dari awal? Kami merasa dibodohi,” ungkap salah seorang warga.

 

 

Akibat persoalan tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, disebut mulai memudar. Warga mempertanyakan transparansi serta pengelolaan anggaran desa yang dinilai tidak terbuka kepada masyarakat.

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa melalui pesan WhatsApp. Namun belum ada jawaban ataupun klarifikasi resmi yang diberikan.

Aseh