Program TMMD ke-123 di Desa Bojong Mulai Tunjukkan Hasil, Pembangunan Mencapai 85%

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 yang dilaksanakan oleh Kodim 0625/Pangandaran di Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Sejak dimulai beberapa waktu lalu, berbagai pembangunan infrastruktur dan fasilitas desa telah mengalami perkembangan pesat.

Pada Rabu, 12 Maret 2025, terlihat jelas bahwa upaya anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD, bersama Bapak Darman dan warga setempat, telah membuahkan hasil nyata. Pengerjaan proyek pembangunan rumah dan fasilitas pendukung telah mencapai sekitar 85%. Atap dan dinding rumah sudah terpasang dengan baik, sementara tahap pengecatan sedang berlangsung.

Meskipun masih dalam proses pengerjaan, capaian ini merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi anggota Satgas TMMD, serta partisipasi aktif masyarakat Desa Bojong yang turut serta dalam kegiatan gotong royong. Kolaborasi antara TNI dan warga menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan di desa ini.

Gotong Royong Sebagai Kunci Keberhasilan

Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong di masyarakat. Semangat kebersamaan antara anggota TNI dan warga Desa Bojong terlihat dalam setiap tahapan pengerjaan. Warga dengan antusias membantu dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari persiapan material, pemasangan atap, hingga proses pengecatan.

Bapak Darman, salah satu warga yang aktif terlibat dalam program ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran TMMD di desanya. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu pembangunan di desa kami. Dengan adanya TMMD, akses dan fasilitas di desa menjadi lebih baik, dan ini sangat bermanfaat bagi kami semua,” ujarnya.

Letkol Inf Indra Mardianto Subroto M.IP. Dandim 0625/pangandaran menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Bojong. Semangat gotong royong ini harus terus dijaga agar pembangunan di desa dapat berkelanjutan,” ungkapnya.

**Dampak Positif TMMD bagi Desa Bojong**

Keberadaan Satgas TMMD ke-123 di Desa Bojong membawa dampak positif yang signifikan. Selain pembangunan rumah, program ini juga mencakup peningkatan infrastruktur jalan desa, perbaikan fasilitas umum, dan rehabilitasi tempat ibadah. Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, mobilitas warga menjadi lebih lancar, sehingga berdampak pada perekonomian desa.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga memberikan edukasi kepada masyarakat, seperti pelatihan keterampilan kerja, penyuluhan kesehatan, dan wawasan kebangsaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga, sehingga mereka dapat lebih mandiri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan progres pembangunan yang sudah mencapai 85%, diharapkan dalam waktu dekat seluruh proyek yang direncanakan dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Bojong. Semangat gotong royong yang ditanamkan melalui TMMD ini menjadi modal penting bagi masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan hasil pembangunan yang telah dicapai.

Sebagai program yang mengedepankan sinergi antara TNI dan masyarakat, TMMD ke-123 di Desa Bojong menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Desa Bojong akan semakin maju dan berkembang di masa depan.

Sysfarras