PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Keselamatan pengguna jalan di jalur Raya Parigi-Cijulang, tepatnya di Blok Sandaan, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, kini menjadi perhatian warga. Deretan pohon berukuran besar yang dinilai sudah tua dan sebagian kondisinya rapuh dikhawatirkan sewaktu-waktu tumbang atau patah diterjang angin kencang hingga membahayakan pengendara yang melintas.
Warga mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran agar segera melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Desakan itu muncul bukan tanpa alasan. Selain kondisi sejumlah pohon yang dinilai sudah tua, patahan dahan dan ranting disebut telah berulang kali terjadi. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika angin kencang melanda kawasan tersebut dan aktivitas kendaraan di jalur penghubung Parigi-Cijulang tetap berlangsung.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban jiwa untuk mengambil langkah pencegahan. Pemeriksaan kondisi pohon, pemangkasan dahan yang rawan patah, hingga penanganan terhadap pohon yang dinilai berisiko tinggi dinilai perlu segera dilakukan.
Warga Khawatir Pohon Lapuk Tumbang Saat Angin Kencang
Dadan (43), salah seorang warga setempat, mengatakan kondisi pohon-pohon tua di Blok Sandaan perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Menurut dia, potensi patahnya dahan maupun tumbangnya pohon menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat yang menggunakan jalur Raya Parigi-Cijulang.
Ia mengungkapkan, kejadian dahan patah dan kondisi pohon yang rawan tumbang bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Karena itu, Dadan meminta pemerintah segera mengambil tindakan nyata melalui pemangkasan bagian pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Harus ada tindakan cepat dari Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD atau Dinas apapun yang menangani ini, untuk melakukan pemotongan dahan yang membahayakan. Kondisi pohonnya sudah sangat tua, apalagi cuaca sekarang sering angin kencang. Jangan menunggu jatuh korban jiwa baru bertindak,” ujar Dadan, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, langkah antisipasi sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat pohon atau dahan yang patah secara tiba-tiba. Terlebih, pengguna jalan tidak selalu dapat memperkirakan kapan dahan rapuh akan jatuh, terutama ketika cuaca memburuk dan angin bertiup kencang.
Warga pun berharap laporan dan kekhawatiran tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Penanganan sejak dini dinilai jauh lebih penting dibandingkan menunggu terjadinya insiden yang dapat merugikan masyarakat.
Jalur Parigi-Cijulang Padat, Keselamatan Pengendara Jadi Perhatian
Jalur Raya Parigi-Cijulang merupakan salah satu akses transportasi penting di Kabupaten Pangandaran. Ruas jalan ini digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan menuju tempat kerja, kegiatan ekonomi, serta mobilitas antarkecamatan.
Tingginya aktivitas kendaraan membuat kondisi lingkungan di sepanjang jalan perlu mendapat perhatian, termasuk keberadaan pohon-pohon besar yang tumbuh di dekat badan jalan.
Selain risiko pohon tumbang, dahan yang menjulur ke arah jalan juga dikhawatirkan dapat mengganggu jarak pandang pengendara. Dalam kondisi tertentu, patahan ranting atau dahan berukuran besar berpotensi membahayakan pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat.
Risiko tersebut semakin perlu diantisipasi ketika hujan deras dan angin kencang terjadi. Pengendara yang melintas bisa berada dalam situasi berbahaya apabila pohon atau dahan tiba-tiba jatuh ke badan jalan.
Atas kondisi itu, warga menilai pemeriksaan langsung oleh petugas teknis menjadi langkah penting untuk mengetahui tingkat kerawanan setiap pohon. Penanganan juga perlu dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan agar pohon yang benar-benar berisiko dapat segera ditangani.
Dishub, DLH, dan BPBD Diharapkan Berkoordinasi
Warga meminta Dishub, DLH, dan BPBD Kabupaten Pangandaran berkoordinasi dalam menangani potensi bahaya pohon tua dan lapuk di Blok Sandaan.
Pemeriksaan lapangan diharapkan dapat mengidentifikasi pohon dengan batang rapuh, dahan kering, bagian yang retak, maupun kondisi lain yang berpotensi menyebabkan patah atau tumbang.
Pemangkasan atau perempelan dahan menjadi salah satu langkah pencegahan yang diharapkan dapat dilakukan terhadap bagian pohon yang dinilai membahayakan. Sementara itu, pohon yang menunjukkan risiko tinggi perlu mendapat penanganan sesuai hasil pemeriksaan petugas berwenang.
Koordinasi antarlembaga juga dinilai penting agar penanganan tidak terhambat oleh persoalan pembagian kewenangan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan instansi yang bertanggung jawab segera melakukan langkah yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
Apabila pekerjaan pemangkasan berpotensi mengganggu arus lalu lintas, pengaturan kendaraan dan pengamanan lokasi juga perlu diperhatikan agar proses penanganan berlangsung aman bagi petugas maupun pengguna jalan.
Warga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan semata, tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata terhadap pohon-pohon yang terbukti berisiko.
Warga Minta Jangan Menunggu Korban Berjatuhan
Bagi masyarakat sekitar, persoalan pohon tua dan lapuk di jalur Parigi-Cijulang bukan sekadar masalah kerapian lingkungan. Ancaman dahan patah atau pohon tumbang menyangkut keselamatan setiap orang yang melintas di jalan tersebut.
Dadan berharap instansi terkait segera merespons kekhawatiran warga dengan melakukan penyisiran di sepanjang titik yang dinilai rawan. Langkah itu diharapkan dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Warga juga menginginkan adanya perhatian berkelanjutan terhadap kondisi pepohonan di tepi jalan, terutama saat cuaca berangin dan berpotensi menimbulkan kerawanan. Pemantauan berkala dinilai penting agar pohon yang sebelumnya terlihat aman dapat kembali diperiksa ketika kondisinya berubah.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari Dishub, DLH, maupun BPBD Kabupaten Pangandaran mengenai rencana penanganan pohon-pohon yang dikeluhkan warga di Blok Sandaan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun ke lapangan untuk memastikan tingkat risiko dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Bagi warga, tindakan pencegahan menjadi kebutuhan mendesak agar jalur Raya Parigi-Cijulang tetap aman dilalui.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai potensi bahaya yang sudah dikhawatirkan warga berubah menjadi kecelakaan hanya karena penanganan terlambat dilakukan.
Sysfarras



















