Program Bongkar Ratoon Buka Peluang Petani Tebu Lumajang Untuk Meningkatkan Hasil Swasembada Gula

Oplus_131072

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Petani tebu rakyat di Kabupaten Lumajang didorong memanfaatkan Program Bongkar Ratoon sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperkuat produksi gula nasional menuju swasembada gula.

Program tersebut menjadi pembahasan dalam Talkshow JELITA (Jelajah Informasi dan Berita) yang disiarkan LPPL Suara Lumajang, Kamis (27/8/2026), dengan tema “Sosialisasi Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Tebu Menuju Indonesia Swasembada Gula”.

Talkshow di Studio 1 LPPL Suara Lumajang tersebut menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, petani, asosiasi, hingga perusahaan gula untuk memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan program kepada masyarakat, khususnya petani tebu.

Katimker Wilayah Lumajang, Juwariyah, mengatakan keberhasilan Program Bongkar Ratoon sangat bergantung pada validitas data lahan dan partisipasi aktif petani.

“Lumajang memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan tebu rakyat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk memastikan data lahan dan petani benar-benar akurat. Dengan data yang valid, pelaksanaan Program Bongkar Ratoon dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.

Menurutnya, petani yang memenuhi kriteria perlu segera mendaftarkan lahannya melalui mekanisme yang telah ditentukan. Pendataan tersebut menjadi bagian penting agar program dapat diarahkan kepada lahan dan petani yang sesuai.

Bongkar ratoon merupakan upaya peremajaan tanaman tebu yang sudah mengalami beberapa kali kepras dan produktivitasnya mulai menurun. Tanaman lama dibongkar kemudian dilakukan penanaman kembali menggunakan benih unggul dengan harapan produktivitas tanaman dapat meningkat.

Eva, PJ Bongkar Ratoon dan Perluasan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tebu rakyat.

“Tanaman tebu yang telah mengalami beberapa kali kepras umumnya mengalami penurunan produktivitas. Melalui Program Bongkar Ratoon, petani didorong melakukan peremajaan tanaman dengan menggunakan benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen dapat meningkat,” jelasnya.

Peningkatan produktivitas menjadi penting bagi petani karena hasil tanaman yang lebih baik dapat mendukung peningkatan pendapatan usaha tani. Namun, hasil tersebut tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kualitas benih, teknik budidaya, kondisi lahan, pemeliharaan, serta faktor cuaca.

Oplus_131072

Karena itu, Program Bongkar Ratoon tidak hanya berkaitan dengan bantuan atau penggantian tanaman, tetapi juga membutuhkan keterlibatan petani sejak tahap pendataan hingga penerapan budidaya di lapangan.

Eva menambahkan, pemerintah terus mendorong percepatan pendataan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) agar target luasan program dapat segera direalisasikan.

Pelaksanaan program juga membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh, APTRI, pabrik gula, dan kelompok tani. Sinergi tersebut diperlukan agar proses pendataan, penentuan lokasi, pendampingan, hingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan.

Bagi Lumajang, penguatan tebu rakyat memiliki arti penting karena sektor perkebunan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh petani, tetapi juga oleh rantai usaha yang berkaitan dengan komoditas tebu.

Di sisi lain, peningkatan produksi tebu rakyat juga menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan bahan baku gula nasional. Karena itu, keberhasilan program di tingkat petani turut berkontribusi terhadap agenda yang lebih luas menuju swasembada gula.

Melalui Program Bongkar Ratoon, petani Lumajang diharapkan memiliki kesempatan memperbarui tanaman yang produktivitasnya menurun sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha tani.

Dengan dukungan data yang akurat, partisipasi petani, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat produktivitas tebu rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Lumajang.
(Dhr)