Prodi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ Gelar Program AMAN di Malaysia

SERI KEMBANGAN, SELANGOR, MALAYSIA, KilasNusantara.id — 27 April 2026, Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui skema Pengabdian Kolaborasi Internasional kembali menyentuh langsung anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Pada Senin, 27 April 2026, tim pengabdian UNJ menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi interaktif bertajuk “Tubuhku Milikku” di Sanggar Bimbingan At Tanzil, Seri Kembangan, Selangor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program AMAN (Anak Migran Aman) yang bertujuan memperkuat keterampilan perlindungan diri, pencegahan kekerasan seksual, dan penguatan sistem rujukan anak migran di Malaysia.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Tim Pengabdian Kolaborasi Internasional UNJ, Prof. Dr. Anan Sutisna, M.Pd., yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjamin hak, keselamatan, dan tumbuh kembang optimal anak-anak migran.

Kepala Sanggar Bimbingan At Tanzil, Ust. Kholis, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran tim UNJ dan reiterasi komitmen sanggar sebagai ruang belajar yang aman, inklusif, dan suportif.

Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Dr. Siti Zulaikha, S.Ag., M.Pd., yang berharap program ini dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan dan direplikasi di sanggar-sanggar komunitas migran lainnya.

Program ini dihadiri juga oleh dosen-dosen dari Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dalam menjalin keberlanjutan kerjasama dengan mitra.

Sebagai wujud penanaman nilai kebanggaan dan identitas kebangsaan, seluruh rangkaian acara diawali dengan pemutaran dan nyanyian bersama lagu “Indonesia Raya” yang dinyanyikan lantang oleh anak-anak PMI didampingi tim pengabdian.

Sesi inti kemudian menghadirkan materi psikoedukasi “Tubuhku Milikku” yang dikemas secara interaktif, ramah anak, dan berbasis permainan edukatif.

Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan didampingi langsung oleh fasilitator dosen UNJ: Fitri Khoiriyah Parinduri, SKM., MKM., Retno Dwi Lestari, M.Pd., Nararia Hutama Putra, M.Pd., dan Fera Kuraysia, M.Si..

Melalui pendekatan cerita melalui boneka tangan,kartu perasaan saat ini, media visual, dan metode tanya-jawab yang menyenangkan, anak-anak diajak mengenali batasan tubuh, membedakan sentuhan yang nyaman dan tidak nyaman, serta melatih keberanian untuk berkata “tidak” dan mencari pertolongan pada orang dewasa tepercaya.

Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi sepanjang sesi. Awalnya, sebagian besar peserta masih belum memahami konsep batasan tubuh dan strategi perlindungan diri.

Namun, melalui repetisi positif dan media pembelajaran yang adaptif, pemahaman mereka secara signifikan meningkat. Pada sesi refleksi akhir, anak-anak mampu menjawab pertanyaan dengan percaya diri, menunjukkan kesadaran (awareness) yang lebih tinggi terhadap bagian tubuh yang perlu dijaga serta langkah aman saat menghadapi situasi berisiko.

Program AMAN ini juga disertai dengan pembagian pluit untuk anak-anak yang dapat mereka gunakan sebagai alat bantu keselamatan diri.

Kegiatan ini selaras dengan SDGs No. 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs No.4 (Pendidikan Berkualitas)  serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat lintas batas yang berdampak langsung pada kelompok rentan. Diharapkan, Program AMAN dapat menjadi katalisator terciptanya lingkungan belajar yang aman, berdaya, dan menghormati hak anak migran di Malaysia. (Red)