Coaching Clinic P2MW Dan PPK Ormawa FIF UPI 2026 : Menguatkan Ekosistem Wirausaha Dan Pengabdian Mahasiswa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045

BANDUNG, KilasNusantara.id — Fakultas Ilmu Pendidikan UPI menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Tahun 2026 di Auditorium FIP Lantai 10.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan dan diikuti oleh 100 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Masyarakat, Psikologi, Adpen, PGPAUD dan PGSD sebagai calon peserta P2MW dan PPK ORMAWA tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan atas undangan resmi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam merancang proposal yang unggul, berdampak, dan berkelanjutan.

Program P2MW dan PPK ORMAWA sendiri merupakan bagian dari kebijakan penguatan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendorong kewirausahaan, kepemimpinan, dan pengabdian berbasis solusi atas persoalan masyarakat.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Cucu Sukmana, M.Pd selaku Pembimbing Kemahasiswaan FIP UPI menegaskan bahwa P2MW dan PPK ORMAWA bukan sekadar kompetisi pendanaan, tetapi merupakan proses pembelajaran transformatif.

“Mahasiswa harus mampu membaca peluang, memetakan masalah sosial, serta menghadirkan inovasi yang solutif dan berkelanjutan. Di sinilah integrasi antara intelektualitas, kepemimpinan, dan kewirausahaan sosial diuji,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan proposal berbasis kebutuhan riil masyarakat, outcome oriented, serta memiliki model keberlanjutan program.

Adapun yang menjadi dosen pendamping P2MW dan PPK ORMAWA dari Dosen Pembimbing Kemahasiswaan Prodi Pendidikan Masyarakat Sodikin, M.Ed, Ph.D, Dosen Pembimbing Kemahasiswaan Prodi PGSD Evi Rahmawati, M.Pd dan Dosen Pembimbing Kemahasiswaan Prodi Psikologi Muhamad Arif Saefudin, S.Psi., M.A., serta Ibu Muti selaku Staf Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan.

Kehadiran para pembimbing ini mempertegas komitmen fakultas dalam memberikan pendampingan intensif dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan proposal, hingga implementasi program.

Dalam arahannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Dr. Euis Kurniati, M.Pd, menegaskan bahwa mahasiswa FIP harus tampil sebagai agent of change yang adaptif terhadap dinamika global.

Beliau mendorong agar proposal yang diajukan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mencerminkan inovasi, kolaborasi lintas disiplin, serta keberpihakan pada pemberdayaan masyarakat.

“Kita ingin mahasiswa FIP tidak hanya berprestasi secara nasional, tetapi juga menghadirkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini juga selaras dengan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, kemandirian ekonomi, serta pembangunan berbasis inovasi dan teknologi.

P2MW mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis pengetahuan (knowledge-based entrepreneurship), sementara PPK ORMAWA memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa dalam menginisiasi program pengabdian yang sistematis dan terukur.

Selain itu, program ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan Pendidikan Berkualitas (Goal 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Goal 8), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Goal 17).

Melalui penguatan kewirausahaan dan organisasi kemahasiswaan, mahasiswa didorong menjadi pelaku pembangunan yang inovatif dan berdaya saing global.

Melalui Coaching Clinic ini, FIP UPI menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai lulusan akademik, tetapi sebagai pemimpin muda, inovator sosial, dan wirausaha pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Sinergi antara pimpinan fakultas, dosen pembimbing, dan mahasiswa menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang produktif, kolaboratif, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Red)