Dunia Pendidikan Tercoreng,Siswi SMPN 45 Seluma Diduga Alami Kekerasan,

Kab Seluma,  Kilasnusantara.id – Seorang siswi di SMP Negeri 45 Seluma yang berlokasi di Desa Air Teras,Kecamatan Talo,Kabupaten Seluma,Provinsi Bengkulu,diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sesama siswi.Kasus ini mencuat ke permukaan setelah rekaman peristiwanya beredar luas di berbagai akun media sosial.

Video berdurasi sekitar 19 detik itu mulai menyebar sejak pagi hari Jumat,12 Juni 2026. Dalam rekaman terlihat seorang siswi diduga mengalami tindakan kekerasan di sebuah area perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,korban diduga adalah siswi berinisial R (15 tahun), sedangkan terduga pelaku berinisial SI (17 tahun).Keduanya tercatat sebagai siswa aktif di SMP Negeri 45 Seluma.

Orang tua korban menyatakan bahwa akibat peristiwa yang diduga terjadi tersebut,R mengalami ketakutan mendalam dan trauma,hingga enggan untuk kembali bersekolah.Dampak yang diduga dialami tidak hanya bersifat fisik,tetapi juga mengganggu kondisi psikologis dan mental korban.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwenang yakni Polsek Talo setempat dan meminta proses hukum berjalan agar memberi efek jera terhadap pelaku dan menjadi pelajaran bagi siswa lainnya,”ujar orang tua korban.

Lebih lanjut ia menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.“Keluarga memilih menempuh jalur hukum karena dampak yang diduga dialami korban tidak hanya secara fisik tapi juga secara psikologis.Kondisi mental anak kami menjadi perhatian serius keluarga dan kami khawatir peristiwa tersebut akan memengaruhi aktivitas belajar dan kehidupan sosial di lingkungan sekolah,”tutupnya.

Pihak keluarga juga meminta agar korban mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya guna memulihkan kondisi kesehatannya.

Menanggapi kasus yang sempat viral ini,media kilasnusantara.id telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma melalui pesan WhatsApp.pada Sabtu,13/6/26,

“Kepala Sekolah bersama Kepala Bidang Pembinaan SMP dan Ketua Komite Sekolah sudah memanggil serta mempertemukan semua pihak yang terlibat,baik para siswa maupun orang tua dari kedua belah pihak,”terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini proses penyelesaian kasus tersebut masih berjalan dan terus dipantau pihaknya.“Kami akan mengedepankan penyelesaian yang terbaik,memberikan perlindungan bagi korban,serta mengambil langkah tegas sesuai peraturan yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan pendidikan,”tegasnya.

Sementara itu,pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa yang terekam dalam video tersebut.Saat ini para pihak yang diduga terlibat telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Penyebaran video ini pun memicu reaksi luas dari masyarakat yang meminta kasus ditangani secara serius guna mencegah terulangnya perundungan di lingkungan sekolah.Hingga berita ini diterbitkan,proses penanganan masih berlangsung.

Pewarta : Tim Red Kaperwil Bengkulu,

Penulis: Red Bengkulu,Editor: Red Kaperwil Provinsi Bengkulu,