Kegiatan Revita
BENGKULU, Kilasnusantara.id – Kegiatan revitalisasi gedung SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),memunculkan sejumlah kejanggalan serius mulai dari sistem pelaksanaan, spesifikasi material, hingga dugaan pelanggaran standar teknis proyek pemerintah.Temuan ini terungkap saat pantauan langsung awak media bersama Ketua DPD LSM Dewan Pemantau Penyelenggara Negara Indonesia (DPPNI) Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang, kegiatan ini masuk dalam Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas, meliputi rehabilitasi 5 ruang kelas,rehabilitasi 2 ruang laboratorium IPA,serta pembangunan 2 ruang kelas baru. Pekerjaan bernilai Rp1.581.899.000,00 dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender terhitung mulai 7 Juli 2026, secara ketentuan sistem pelaksanaan tidak tertera di papan informasi proyek,
Namun fakta di lapangan menyisakan tanda tanya besar terkait pelaksanaannya; apakah benar berjalan murni secara swakelola, atau justru diduga telah diserahkan kepada pihak ketiga. Terkait spesifikasi teknis,rangka baja atap yang tertuang dalam kontrak seharusnya menggunakan TASO, justru diduga sebagian besar justru diganti dengan merek lain yakni Wija TRUSS untuk bagian rangka atap, Pergantian jenis material ini diduga tidak memenuhi Standar yang diwajib diterapkan pada seluruh pekerjaan pembangunan yang menggunakan anggaran negara, sehingga kekuatan struktur dan keamanan bangunan menjadi sangat diragukan.
Saat dimintai keterangan,salah satu pekerja yang menjabat sebagai Kepala Tukang membenarkan bahwa pemasangan rangka baja atap ini merupakan satu kesatuan paket pekerjaan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).“Kami hanya mengerjakan sesuai bahan yang disiapkan,untuk spesifikasi atau merek yang dipakai kami tidak terlalu memahaminya. Sebagian pekerja berasal dari Bengkulu Utara dan sebagian lagi warga Kota Bengkulu.Untuk upah,tukang biasa dibayar Rp150.000 per hari dengan sistem pembayaran mingguan,sedangkan saya sebagai kepala tukang menerima upah Rp200.000 per hari,”ungkapnya.
Merespons temuan ini,Ketua DPD DPPNI Provinsi Bengkulu memberikan kritikan tegas terkait penggunaan material yang diduga berbeda merek dari ketentuan kontrak.“Hal ini sangat disayangkan dan patut dipertanyakan.Setiap proyek yang dibiayai uang negara wajib menjamin kualitas bangunan yang layak,aman,dan bermanfaat secara maksimal bagi pendidikan serta keselamatan warga sekolah.diduga Penyimpangan spesifikasi material rangka baja yang berbeda ini di segi harga dipasaran pun berbeda tergantung tipe yang digunakan berpotensi,merugikan keuangan negara dan membahayakan keselamatan penghuni bangunan di masa mendatang,” tidak hanya itu terlihat tidak terlihat Safety line ( pita pembabatas) terhadap keamanan siswa-siswi di area sekolah,”tegasnya.
Penyimpangan spesifikasi material yang diduga tidak sesuai ketentuan dan standar SNI semakin menguatkan dugaan adanya upaya memperoleh keuntungan sepihak atau memperkaya diri oknum tertentu dengan memangkas biaya mutu pekerjaan.Hal ini diduga melanggar prinsip penggunaan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan,akuntabel,serta mengutamakan kualitas dan keselamatan bangunan.
Saat awak media berupaya mengonfirmasi langsung ke lokasi, pihak pekerja menyatakan Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat. Selanjutnya,awak media menghubungi Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bengkulu melalui pesan WhatsApp pada Selasa (28/7/2026).Terkait rangka baja yang digunakan serta sistem pelaksanaan proyek,pihak sekolah hanya menjawab secara singkat bahwa pekerjaan dilaksanakan secara swakelola.
Hingga berita ini diterbitkan,upaya meminta keterangan resmi dan penjelasan rinci terkait dugaan ketidaksesuaian jenis rangka baja serta standar mutu pekerjaan kepada panitia pelaksana, konsultan pengawas, maupun pihak terkait lainnya belum memperoleh tanggapan, dan masih terus diupayakan.
Media ini membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait untuk menyampaikan tanggapan dan penjelasan guna meluruskan fakta yang berkembang di masyarakat.
Identitas Lengkap Proyek:Instansi: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nama Sekolah: SMA Negeri 4 Kota Bengkulu,
Alamat: Jl. Zainul Arifin RT 12 RW 02, Kelurahan Timur Indah, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu,Kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas,Rincian Pekerjaan:
a. Rehabilitasi : 5 Ruang Kelas
b. Rehabilitasi : 2 Ruang Laboratorium IPA
c. Pembangunan : 2 Ruang Kelas Baru
Waktu Pelaksanaan: 180 Hari Kalender, Mulai 7 Juli 2026
Nilai Pekerjaan: Rp1.581.899.000,00
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026,
Pewarta : Redaksi KilasNusantara,



















