Bekasi– Kilasnusantara.id|
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Ke-23 tahun 2025 di Piset Square, jalan Pelajar Pejuang 45 no.119, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin, 10 November 2025 dihadiri sekitar 300 orang dari 16 perwakilan wilayah seluruh Indonesia.
“Kembali ke akar, melompat ke masa depan” menjadi tagline yang dipilih untuk Rakernas tahun ini”, ungkap Abah Zakaria Ketua Distrik GMBI Kota Bekasi.
Abah Zakaria menuturkan, tagline rakernas kali ini mencerminkan semangat organisasi untuk terus berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa sambil beradaptasi dengan perkembangan teknologi, yaitu membumikan nilai luhur, melesat dengan teknologi untuk menyongsong Indonesia emas.
Ketua Umum LSM GMBI, Mohamad Fauzan Rachman, S.E., menyatakan bahwa Rakernas ini akan menjadi momentum penting bagi organisasi untuk merumuskan program-program strategis yang relevan dengan tantangan zaman. “Kami percaya bahwa dengan memadukan nilai-nilai luhur dan pemanfaatan teknologi, GMBI dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam menyongsong Indonesia emas.
Yang menjadi narasumber pada Rakernas ini sejumlah tokoh nasional dan di berbagai bidang. Beberapa agenda utama yang akan dibahas antara lain; evaluasi program kerja tahun sebelumnya, penyusunan rencana strategis organisasi untuk lima tahun ke depan, pembahasan isu-isu aktual terkait sosial, ekonomi, dan politik.
Lebih lanjut Fauzan Rachman menjelaskan rakernas ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang konstruktif dan memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas.
“Selain itu, rakernas ini juga akan menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota GMBI dari seluruh Indonesia dan diharapkan, rakernas ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang membangun dan memberikan dampak yg positif bagi organisasi dan masyarakat luas”, imbuhnya.
Salah satu tokoh narasumber Prof.Dr.H.Dudung Abdurachman, S.E.,M.M.,M.H.LSM seperti GMBI memiliki peran sentral dalam merajut kembali tenun sosial Indonesia yang mulai renggang. Organisasi seperti ini membangun jembatan kepercayaan antar elemen bangsa yang beragam. Tidak hanya menjadi representasi suara masyarakat sipil, tetapi juga berperan aktif dalam membangun jembatan kepercayaan antar elemen bangsa.
Lebih lanjut Penasehat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional dan Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) menyampaikan bahwa dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberagaman, GMBI menjadi contoh bagaimana organisasi masyarakat dapat menjadi motor penggerak persatuan dan kesatuan, memastikan Indonesia tetap menjadi rumah bagi semua.
Lulusan Akmil 1998 ini menegaskan, rakernas GMBI XXIII diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara dengan slogan solidaritas tanpa batas GMBI tetap sampai mati.
(Indri)



















