Ketua LSM Matra Subari, S.Sos Menyoal Buruknya Mutu Dan Kualitas Jembatan Desa Wonoasri Yang Ambrol

Ketua LSM MATRA, Subari, S.Sos
Ketua LSM MATRA, Subari, S.Sos

KAB. MADIUN, KilasNusantara.id — Proyek jembatan di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) di kerjakan pada akhir tahun anggaran 2024 kini sudah hancur ambrol.

Berdasarkan aduan dari masyarakat langsung mendapat respon cepat dari lembaga Noun Gouverment (NG) Madiun ini dinilai gagal hal tersebut disampaikan Subari, S.Sos selaku Ketua LSM “Mantra ” kepada awak media dikantornya (23/5/2025)

Salah satu warga masyarakat sekitar berinisial S mengatakan, seingat dirinya di papan proyek disebutkan bahea anggaran sekitar Rp.54.000.000,- dari Dana Desa, namun diduga jembatan tersebut dikerjakan asal asalan oleh TPK desanya karena tidak sesuai tehnisnya.

“Dan samasekali tanpa melalui perencanaan yang matang, saya melihatnya langsung dalam pengerjaannya karena dekat rumah saya mas, mulai pekerjaan awal bahkan saya penah mengingatkan TPK nya namun samasekali tidak di respon,” ujarnya.

Ditambahkan pula karena jembatan ini dikerjakan diduga asal jadi pasti tidak bertahan lama pasti ambrol, karena sungai tersebut walaupun sungai kecil tapi arusnya deras.

“Karena ambrol ini saya kalau ingin pergi harus memutar lewat jalan lain, jembatan tersebut sangat membahayakan masyarakat yang mau lewat,” tuturnya

Dari investigasi LSM Mantra dilapangan, diketahui tidak adanya lantai dasar dan diduga tidak sesuai spesifikasi jembatan, tidak adanya pondasi dan menggunakan besi kecil ukuran 8

LSM Mantra sangat menyayangkan sekali proyek jembatan di Desa Wonoasri tersebut, karena memakai Anggaran Negara dan apapun alasanya harus dipertanggung jawabkan.

Ini sepenuhnya tanggung jawab desa Wonoasri mengingat jembatan baru saja selesai di bangun menggunakan anggaran DD yang diserap sia-sia, pembangunan jembatan yang seharusnya bisa membantu akses warga masyarakat dan kelancaran jalan, kini sudah tak berfungsi lagi, cuma seumur jagung.

Subari selaku Ketua LSM “MANTRA” menjelaskan bahwa kalau itu akibat banjir atau bencana alam seharusnya spesifikasi jembatan perlu di kaji struktur sungainya sebelum dikerjakan.

“Memang kurang perencanaan pekerjaan tersebut gagal sehingga kuwalitasnya tidak bagus dan ahirnya ambrol, lemahnya fungsi pengawasan dari pihak yang berkopeten juga menjadi salah satu faktor penyebabnya,” kata Subari.

Menurut Subari, Apapun kegiatan dan pekerjaannya, jika pihak yang berkopeten teliti dalam pengawasan, maka hasilnya akan bagus, begitu pula jika lemah dalam pengawasan, tentu hasilnya tidak akan maksimal, seperti halnya yang terjadi di desa wonoasri ini.

LSM “MANTRA” menegaskan akan segera melaporkan buruknya mutu dan kualitas jembatan desa Wonoasri yang ambrol yang diduga asal dikerjakan tersebut ke Inspektorat dan instansi terkait untuk menindak lanjuti laporan ini

“Dan saya berharap Inspektorat tidak main-main dalam menyikapi kegagalan dalam proyek jembatan di Desa Wonoasri tersebut.”dengan Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024 kemarin,” Tegasnya.

@pr