Proyek Pemkot Bekasi Bernilai Ratusan Juta Mulai Tersorot,Halte Sultan Rusak dan Tidak Terawat

Jurnalis: Nov Marbun|

Kota Bekasi – Kilasnusantara.id|

Beberapa halte Sultan yang bernilai ratusan juta mengalami kerusakan dan digunakan sejumlah pedagang.

Sejumlah fasilitas disediakan di halte Sultan ini antara lain kursi, papan informasi, pengeras suara, pengisian daya ponsel, dan CCTV.

Wargapun meminta Pemkot Bekasi segera memperbaiki halte yang rusak, agar masyarakat nyaman saat menunggu transportasi umum.

halte Sultan yang dibangun Pemerintah Kota Bekasi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2023 senilai Rp1,6 miliar mengalami kerusakan, dan tidak digunakan untuk semestinya.

Berdasarkan situs Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) spse.inaproc.id/bekasikota, Pemkot Bekasi membangun tujuh halte besar dan tiga halte kecil. Untuk halte besar nilai pagu per halte sebesar Rp180 juta, sedangkan halte berukuran kecil nilai pagu per halte senilai Rp135 juta.

Media Kilas Nusantara,mencoba menelusuri Bebeara halte Sultan di Sekitaran Kota Bekasi . Sungguh Perihatin, terdapat dua halte kecil mengalami kerusakan, dan satu halte besar digunakan masyarakat untuk berdagang.

Sementara, ada berapa halte lainnya terlihat tidak terawat dengan banyaknya sampah berserakan hingga debu dan sarang laba-laba di setiap sisinya.

Adapun, halte yang mengalami kerusakan itu terletak di Jalan Jenderal Sudirman arah Stasiun Kranji dan Jalan Sersan Aswan.

Sedangkan di Jalan Jenderal Sudirman, terdapat satu dari dua kursi yang mengalami kerusakan, sehingga masyarakat tidak dapat memakainya. Kemudian, satu kursi di halte Sersan Aswan hilang.

Diketahui, halte berukuran besar memiliki kursi panjang dengan kapasitas empat orang. Sedangkan, halte berukuran kecil memiliki bangku dengan kapasitas dua orang.

Halte dengan dominan warna biru ini juga memiliki papan informasi yang memberikan informasi nomor angkutan umum yang melintasi halte tersebut.

Selain itu, halte modern ini juga dilengkapi pengeras suara, pengisian daya ponsel dan juga CCTV atau kamera pengawas yang terhubung dengan ATCS (Area Traffic Control System).

Pengguna halte sebagai warga Kota Bekasi, indri, 32 tahun, menyayangkan halte bernilai ratusan juta tersebut tidak memiliki bangku yang lengkap. Dia meminta Pemkot Bekasi segera memperbaikinya agar masyarakat merasa nyaman saat menunggu transportasi umum di halte.

“Mungkin ke depan bisa renovasi dan diperbanyak lagi fasilitasnya, mulai dari kursi atau mungkin kalau ada atap-atap yang bocor itu bisa diperbaiki lagi. Biar nyaman saat menunggu bis atau jemputan,” katanya, Rabu(15/10/2025).

(NM)