Dugaan Pengeroyokan Anak Ustadz Rahman Tamrin,Polresta Bengkulu,Proses Masih Berjalan Sedang Minta Keterangan Pihak Terkait & Saksi,

KOTA BENGKULU, Kilasnusantara.id — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu terus menindaklanjuti laporan dugaan tindakan kekerasan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang terjadi di kawasan wisata Pantai Berkas,Kota Bengkulu. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban,yang merupakan putra dari tokoh agama Ustadz Rahman Tamrin,S.Ag.,mengalami luka berat berupa patah tulang rahang. Dugaan keterlibatan oknum anggota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantai Berkas dalam aksi penganiayaan ini pun menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Saat dikonfirmasi awak media terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pengeroyokan tersebut,Kasat Reskrim Polresta Bengkulu,AKP Prengki Sirait,S.H., menyampaikan bahwa proses hukum masih terus berjalan.

“Saat ini proses perkaranya masih berjalan.Kami sedang meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait serta para saksi-saksi,”ujar Kasat Reskrim Polresta Bengkulu dalam keterangannya.melalui via pesan WhatsApp,

Pihak kepolisian menegaskan akan menuntaskan kasus ini secara transparan dan akuntabel. Sebelumnya, Kapolresta Bengkulu juga telah menegaskan bahwa tidak ada yang bisa lolos dari hukum apabila melakukan tindakan kejahatan yang melawan hukum.

Langkah tegas kepolisian ini menyusul desakan pihak keluarga korban yang menuntut keadilan. Sebelumnya,Ustadz Rahman Tamrin, S.Ag.,menempuh jalur hukum resmi lantaran belum adanya itikad baik atau upaya penyelesaian secara kekeluargaan dari pihak yang diduga terlibat.

“Kami datang bukan untuk memicu kegaduhan,melainkan sebagai orang tua yang menuntut keadilan bagi anak kami yang menjadi korban penganiayaan berat.Kami meminta proses hukum dilakukan secara transparan,adil,dan objektif,”ujar Ustadz Rahman Tamrin.

Beliau juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan, awak media, dan elemen masyarakat di Bengkulu untuk turut mengawal jalannya penegakan hukum agar berjalan tidak memihak.

Sementara itu,konfirmasi resmi terkait keterlibatan anggotanya dalam peristiwa ini masih terus diupayakan dari pihak manajemen SPPG Pantai Berkas.Media ini selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak pengelola kawasan wisata maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi maupun kronologi versi masing-masing.

Pewarta: Red Kaperwil Bengkulu,

Penulis: Kaperwil Bengkulu,Editor: Red Bengkulu,