Kabupaten Bogor. Kilasnusantara.id
bikin geger publik,seputar Dunia pendidikan.salah satu sekolah kembali menjadi sorotan tajam,menyusul adanya dugaan hubungan kusus yang melibatkan seorang oknum kepala sekolah di salah satu SMP negeri di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, dengan seorang staf humas sekolah berinisial SA.
Informasi mengenai dugaan tersebut beredar dari sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Namun demikian, hingga berita ini di tayangkan, dugaan hubungan kusus tersebut, belum dapat dinyatakan sebagai fakta dan masih memerlukan klarifikasi serta verifikasi lebih lanjut dari pihak pihak terkait.
Menurut sumber yang dapat dipercaya, persoalan tersebut disebut sebut telah berlangsung cukup lama hingga akhirnya menimbulkan persoalan dalam rumah tangga staf humas berinisial SA.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa suami dari SA diduga sudah tidak dapat menahan diri dan kemudian mendatangi kantor kepala sekolah untuk meminta penjelasan sekaligus bertemu langsung dengan kepala sekolah yang bersangkutan.
Namun, situasi di lapangan disebut tidak memungkinkan untuk dilakukan pembicaraan secara langsung di lingkungan sekolah. Demi mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, persoalan tersebut kemudian diarahkan untuk diselesaikan melalui proses mediasi di Polsek Tanjungsari.
Adanya proses mediasi tersebut menjadi perhatian karena persoalan yang diduga melibatkan tenaga pendidik dan unsur pimpinan sekolah dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap citra serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Sejumlah orang tua siswa berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi yang memiliki kewenangan, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan, kode etik, maupun aturan yang berlaku bagi aparatur dan tenaga kependidikan.
Menurut mereka, sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang memberikan contoh mengenai integritas, kedisiplinan, profesionalitas, dan keteladanan kepada para siswa.
Persoalan ini harus ditangani secara objektif. Kalau memang hanya isu, harus segera dijelaskan agar tidak berkembang menjadi fitnah. Tetapi kalau setelah diperiksa ternyata ada pelanggaran, tentunya harus ada tindakan sesuai aturan,” demikian harapan yang disampaikan pihak yang meminta persoalan tersebut ditangani secara transparan.
Orang tua siswa juga meminta agar persoalan pribadi yang sedang menjadi perhatian tersebut tidak sampai mengganggu proses belajar-mengajar maupun pelayanan pendidikan kepada para siswa.
Kepala Sekolah Belum Memberikan Klarifikasi Untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada kepala sekolah yang disebut dalam informasi tersebut melalui pesan WhatsApp.
Konfirmasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada pihak sekolah menyampaikan penjelasan mengenai dugaan yang beredar, termasuk mengenai kabar adanya pertemuan dan mediasi di Polsek Tanjungsari.
Hingga berita ini di tayangkan belum diperoleh jawaban atau klarifikasi dari kepala sekolah yang bersangkutan.
Sikap tidak memberikan tanggapan tersebut tentu tidak dapat serta merta dimaknai sebagai pengakuan maupun pembenaran terhadap informasi yang beredar. Pihak yang bersangkutan tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan menggunakan hak jawab apabila terdapat informasi dalam pemberitaan yang dinilai tidak benar atau tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Dinas Pendidikan Diharapkan Melakukan Verifikasi Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dapat melakukan verifikasi secara objektif apabila memang terdapat laporan atau pengaduan resmi mengenai persoalan tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya sekaligus memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap kode etik, disiplin pegawai, maupun ketentuan lain yang berlaku di lingkungan pendidikan.Langkah tersebut juga penting.
Demikian dari kabupaten Bogor,Aseh melaporkan.



















