DKPKP Pangandaran Tebar 50 Ribu Ikan Balar di Citumang, Jaga Ekosistem dan Dongkrak Wisata

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus mendukung sektor wisata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP), sebanyak 50 ribu ekor ikan balar ditebar di Bendungan Sungai Citonjong, kawasan wisata Citumang, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan restocking ikan tersebut dihadiri Kepala DKPKP Kabupaten Pangandaran H. Usep Ependi, Sekretaris Dinas Wagiso, jajaran kepala bidang dan staf DKPKP, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Dapil I Rd. Tata Sutari, Camat Parigi, para kepala desa se-Kecamatan Parigi, Babinsa Desa Bojong, hingga unsur pemuda dan masyarakat setempat.

Kepala DKPKP Pangandaran H. Usep Ependi mengatakan, penebaran ikan balar merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus memperkuat potensi sumber daya perikanan lokal.

“Sebanyak 50 ribu ekor ikan balar kami tebar sebagai bentuk pelestarian ekosistem perairan dan upaya menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Usep.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi DKPKP Pangandaran dengan Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Provinsi Jawa Barat.

Pemilihan Bendungan Sungai Citonjong sebagai lokasi restocking dinilai strategis karena berada di kawasan wisata Citumang yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Pangandaran.

Menurut Usep, keberadaan ikan di aliran sungai tidak hanya berdampak pada keseimbangan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik wisata alam di kawasan tersebut.

“Citumang memiliki kunjungan wisatawan yang cukup tinggi. Meski berada dalam pengelolaan Perum Perhutani, kawasan ini berkontribusi besar terhadap pariwisata Pangandaran. Dengan restocking ini, kami berharap ada efek berantai terhadap ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha kuliner,” jelasnya.

Lebih lanjut, ikan balar yang ditebar diharapkan dapat berkembang biak dan menyebar mengikuti aliran Sungai Citonjong, sehingga manfaat ekologis dan ekonominya dapat dirasakan masyarakat di wilayah sekitar aliran sungai.

DKPKP pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga habitat sungai agar program restocking berjalan berkelanjutan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Rd. Tata Sutari menyambut baik langkah yang dilakukan DKPKP. Ia menilai program tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan spesies ikan lokal yang mulai jarang ditemukan.

“Ini langkah positif, bukan hanya menjaga ekosistem sungai, tapi juga melestarikan ikan balar yang kini mulai langka,” katanya.

Ia berharap program serupa dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal kekayaan hayati daerah sekaligus terdorong mengembangkan budidaya ikan air tawar lokal.

“Ke depan anak-anak muda harus ikut berperan, baik dalam pelestarian maupun budidaya, agar ikan khas daerah seperti balar tetap lestari dan tidak hilang,” pungkasnya.

Sysfarras