Diduga Ada Penimbunan BBM di Sukamanah, Jonggol: Warga Temukan Puluhan Jeriken Tersembunyi

Jonggol Kilas Nusantara.id

Sebuah rekaman video yang diambil di Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Selasa (31/03/2026), menunjukkan dugaan adanya aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

​Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat empat buah jeriken besar berwarna biru yang diletakkan di area rerumputan terbuka. Jeriken-jeriken tersebut tampak saling terhubung dengan tali oranye dan sebuah selang panjang yang diduga digunakan untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah lainnya.

​Kecurigaan Warga Terhadap Kelangkaan BBM
​Perekam video terdengar mengungkapkan keheranannya dalam bahasa Sunda mengenai banyaknya stok BBM yang ditemukan di lokasi tersebut.

​”Ieu teh Pertalite ayaan loba kieu, pantesan bensin sok beak bae teh,” ujar perekam video, yang jika diterjemahkan berarti: “Ini Pertalite isinya banyak begini, pantesan bensin sering habis terus.”

​Komentar ini merujuk pada seringnya terjadi kelangkaan BBM di wilayah tersebut, yang kini diduga kuat akibat adanya praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
​Detail Temuan di Lapangan

​Berdasarkan keterangan waktu pada video, temuan ini terjadi pada pukul 13:01 WIB. Lokasi penemuan berada di area terbuka yang tersembunyi dari pantauan jalan raya utama, namun masih dalam wilayah administrasi Desa Sukamanah.

​Sejauh ini, belum diketahui siapa pemilik dari jeriken-jeriken tersebut. Namun, selang yang terpasang menunjukkan adanya proses pengisian atau pemindahan yang dilakukan secara terencana.
​Dampak Penimbunan BBM
​Praktik penimbunan BBM subsidi seperti Pertalite merupakan

pelanggaran hukum yang serius. Selain merugikan masyarakat karena menyebabkan kelangkaan, tindakan ini juga melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang dapat dijatuhi sanksi pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti temuan ini untuk memastikan distribusi BBM kembali normal dan menangkap pelaku di balik dugaan penimbunan tersebut.

Pungksnya (red tim)