Daerah  

Kondisi SDN 21 Tebing Tinggi Empat Lawang Sangat Memperhatinkan,Masyarakat Ungkap Diduga Sekolah Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah,

Kab Empat Lawang, KilasNusantara.id – Sebuah pemandangan yang sangat memprihatinkan terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Tebing Tinggi,yang berlokasi di Desa Sugiwaras,Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi proses belajar mengajar generasi penerus bangsa ini justru tampak rusak parah dan sudah tidak layak digunakan.Keadaan ini memancing kekecewaan sekaligus keprihatinan mendalam dari masyarakat setempat,yang menilai fasilitas pendidikan tersebut seolah tidak pernah mendapatkan perhatian serius maupun bantuan perbaikan,baik dari Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,maupun pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tim awak media dari warga sekitar dan orang tua siswa, kondisi gedung sekolah ini sudah memburuk sejak bertahun-tahun yang lalu,namun hingga saat ini belum ada perubahan atau perbaikan yang berarti.Dinding bangunan terlihat retak dan lapuk, atap bocor di sana-sini,lantai yang rusak,hingga kerangka bangunan yang mulai rapuh dan mengkhawatirkan.Masyarakat setempat menyayangkan hal ini terjadi,mengingat setiap tahunnya pemerintah pusat maupun daerah selalu mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana pendidikan di seluruh pelosok negeri.Namun sayangnya,menurut pengakuan warga,dana bantuan tersebut seakan tidak pernah tersentuh atau tidak pernah sampai untuk memperbaiki kondisi sekolah di desa mereka.

 

“Kami sangat sedih dan kecewa melihat kondisi sekolah anak-anak kami seperti ini.Rasanya sekolah ini seolah dilupakan,tidak diperhatikan baik oleh pemerintah kabupaten,provinsi,maupun pusat.Padahal kami tahu ada anggaran,tapi kenapa sampai sini tidak ada perubahannya sama sekali?Sampai saat ini tidak ada bantuan,tidak ada perbaikan biarkan saja bangunannya semakin rusak,”ungkap salah satu warga Desa Sugihwaras dengan nada kecewa saat berbicara kepada Tim awak media.

 

Kondisi bangunan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan ini tentu menimbulkan rasa cemas dan ketakutan bagi para orang tua,siswa,maupun tenaga pendidik yang setiap hari masih harus menggunakan ruangan tersebut untuk kegiatan belajar.Mengingat struktur bangunan yang sudah tua dan rusak parah,dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat terjadi musibah yang tidak diinginkan Apalagi jika terjadi bencana alam seperti hujan deras,angin kencang, atau guncangan gempa, dikhawatirkan bangunan tersebut tidak lagi kuat menahan beban dan bisa saja runtuh.Jika hal buruk ini sampai terjadi,nyawa para siswa dan guru yang sedang berada di dalam ruangan sangat terancam, dan dampaknya bisa sangat fatal hingga menelan korban jiwa.

 

Menyikapi kondisi yang sangat mendesak ini,masyarakat Desa Sugiwaras menyampaikan seruan dan harapan yang besar kepada pihak berwenang.Mereka meminta perhatian serius dan tindakan nyata secepatnya dari berbagai pihak,mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang,Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan,hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Masyarakat berharap adanya peninjauan langsung ke lokasi, pengecekan kelayakan bangunan, serta segera dialokasikannya dana untuk perbaikan besar atau pembangunan ulang gedung sekolah tersebut.Langkah ini dianggap sangat penting demi menjamin keselamatan dan keamanan para siswa,serta demi mewujudkan fasilitas pendidikan yang layak,nyaman,dan berkualitas bagi anak-anak di daerah terpencil sekalipun,sebagai wujud pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

 

Hingga berita ini diturunkan,SDN 21 Tebing Tinggi Desa Sugiwaras masih tetap beroperasi dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut. Masyarakat terus menunggu tanggapan dan langkah nyata dari pemerintah agar nasib pendidikan di daerah mereka segera membaik.

Pewarta : Tim red,

Penulis: Tim red Editor: Kaperwil Bengkulu