JAWA BARAT, KilasNusantara.id — Kegiatan pendampingan dan pelatihan peningkatan nilai tambah ikan tawar melalui kreasi makanan khas digelar di Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dan upaya mendukung penguatan wisata Jatigede berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PM BEM Berdampak yang diketuai oleh Dr. Cucu Sukmana, M.Pd, dosen Prodi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) anggota Ismail Yusup, ST, MBA prodi kewirausahaan kampus daerah tasikmalaya dan Della Amelia, M.Pd prodi teknologi pendidikan.
Pelatihan ini menyasar masyarakat pengolah ikan tawar agar mampu mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi dan berdaya saing.
Peran UPI melalui Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI tampak nyata dalam penguatan kapasitas masyarakat desa melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan kontekstual. UPI tidak hanya menghadirkan mahasiswa dan dosen sebagai fasilitator, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat lokal.
Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemecahan masalah riil di wilayah penyangga kawasan wisata Jatigede.
Dampak awal dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman masyarakat tentang diversifikasi produk olahan ikan tawar, seperti pengembangan makanan khas berbasis ikan lokal yang memiliki identitas desa.
Peserta pelatihan didorong untuk tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan usaha, pengemasan, dan pemasaran. Dengan pendampingan yang dilakukan, masyarakat Desa Karangpakuan mulai melihat potensi ikan tawar sebagai komoditas strategis yang dapat menunjang ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik wisata kuliner Jatigede.
Sebagai bagian dari program “BEM Berdampak”, kegiatan ini dirancang agar menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pendekatan berdampak diwujudkan melalui integrasi antara pelatihan teknis pengolahan produk, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan berkelanjutan pascakegiatan.

Program ini menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, sejalan dengan semangat pemberdayaan yang menjadi ciri khas Pendidikan Masyarakat di UPI.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Pemanfaatan sumber daya ikan tawar secara kreatif dan berkelanjutan diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong praktik ekonomi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di kawasan wisata Jatigede.
Secara strategis, kegiatan ini merekomendasikan perlunya penguatan branding produk lokal dan pemanfaatan pemasaran digital sebagai langkah lanjutan. Hal ini sejalan dengan materi branding dan digital marketing yang disampaikan oleh narasumber Della Amelia, M.Pd dari Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UPI.
Rangkaian acara meliputi pembukaan, pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik sederhana pemasaran digital, yang dihadiri oleh pengurus PKM PM BEM Berdampak, perangkat desa, serta masyarakat pengolah ikan. Kegiatan pendampingan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Karangpakuan.
Menurut Ketua BPD desa karangpakuan bahwa selain meningkatkan keterampilan dan wawasan, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata Jatigede yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal, serta berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Ke depan, kolaborasi berkelanjutan antara FIP UPI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal Desa Karangpakuan.
(Redaksi)


















