Normalisasi Sungai Mukai Pintu Dinilai Asal-Asalan, Warga Resah dan Minta Pemerintah Turun Tangan

KAB.KERINCI, KilasNusantara.id — Proyek normalisasi Sungai Mukai Pintu di Kabupaten Kerinci kembali menuai sorotan tajam dari warga, pekerjaan yang seharusnya memperbaiki kondisi aliran sungai dan meningkatkan keselamatan justru dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tak memenuhi standar teknis.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan umum yang semakin menyempit akibat tumpukan material galian serta penempatan tanggul yang berada terlalu dekat dengan badan jalan.

Saat hujan turun, jalan berubah licin karena lumpur dari aktivitas proyek, sehingga membahayakan pengendara dan pejalan kaki yang melintas setiap hari—termasuk aparatur serta masyarakat yang menuju kantor Kecamatan Siulak Mukai, kantor KB, hingga kantor penyuluhan pertanian.

Warga menilai proyek ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Mereka mempertanyakan pengawasan dari pihak pelaksana dan instansi terkait, mengingat proyek normalisasi seharusnya mengikuti jarak aman material dari bahu jalan serta penempatan tanggul yang tidak mengganggu fasilitas umum.

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi mohon dikerjakan dengan benar. Jalan semakin sempit, licin, dan rawan kecelakaan,” ujar salah satu warga yang kesal melihat kondisi yang tak kunjung membaik.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi ulang pekerjaan, memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi, dan mengutamakan keselamatan publik.

Tanpa penanganan cepat, keluhan warga dikhawatirkan akan semakin meluas dan menimbulkan dampak sosial yang lebih besar.

Proyek normalisasi, yang seharusnya menjadi solusi, kini dipertanyakan kualitasnya—dan warga menunggu tindakan tegas demi kepentingan bersama.

(Joni Efendi)