Daerah  

Ketua Peradi Jakut Sabar Ompu Sunggu Rogoh Rp180 Juta Pribadi Gelar Festival Vocal Trio Tingkat Pelajar SD di Sei Belutu

SERDANG BEDAGAI, Kilasnusantara.id – Ketua Peradi Jakarta Utara, Sabar Ompu Sunggu, S.H., M.H., menggelar Festival Lomba Vocal Trio Tingkat Pelajar SD se-Desa Sei Belutu di Wisma Djamauli Sinaga, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Sabtu, 30 Mei 2026.

Festival yang diikuti 5 Sekolah Dasar se-Desa Sei Belutu itu memperlombakan lagu wajib berjudul “Sei Belutu Nauli” ciptaan Sabar Ompu Sunggu. Lagu tersebut diciptakan khusus untuk mengajak semua yang lahir maupun cinta Desa Sei Belutu agar turut membangun desa.

“Ini adalah lagu untuk mengajak semua yang lahir maupun yang cinta desa saya berlutut untuk turut membangun desa ini. Boleh dikatakan desa ini masih terbelakang dalam hal pembangunan, tapi kalau pendidikan sudah maju,” ujar Sabar kepada sejumlah media usai festival digelar

5 SD Peserta dan Hasil Juara Festival
Festival Trio Pelajar ini diikuti lima SD se-Desa Sei Belutu dengan hasil akhir: Juara 1 SDN 104296 Kebun Sayur, Juara 2 SD Swasta Bersubsidi HKBP, Juara 3 SDN 105419 Kampung Durian, Juara 4 SDN 102029 Kampung Jeruk, dan Juara 5 SDN 107451 Simpang 3.

Rogoh Rp180 Juta dari Kantong Pribadi
Festival tersebut dibiayai penuh dari kantong pribadi Sabar Ompu Sunggu. “Saya swasta, berada di Jakarta Utara, mampu saya mengeluarkan uang ini hampir Rp180 juta. Ini untuk kemajuan Desa Sei Belutu,” katanya.

Soroti Kondisi SD Negeri di Dusun Kebun Sayur
Lewat festival itu, Sabar menyoroti kondisi pendidikan di desa kelahirannya. Ia prihatin melihat salah satu SD Negeri di Dusun Kebun Sayur, Desa Sei Belutu. “Sudah rusak, belum dikerjakan sepenuhnya. Selama ini murid masih menimba air dari sumur, tidak layak padahal sekolah negeri,” ungkapnya.

Menurut Sabar, jika dibangun dengan bagus, SD tersebut berpotensi bersaing dengan SD-SD lain di Sumatera Utara. “Guru-gurunya saya lihat profesional. Buktinya mereka bisa juara 1 di festival kemarin, meski muridnya sedikit.”

Ia mendesak pemerintah segera memperbaiki bangunan sekolah dan akses jalan ke sana. “Negara wajib memberi pendidikan dan fasilitasnya. Itu hak seluruh warga negara. Apalagi ditelantarkan namanya sekolah itu tidak boleh. Banyak uang negara, tidak perlu pelit untuk pendidikan,” tegasnya.

Festival Pemersatu Guru dan Murid Satu Desa
Sabar mengaku terharu saat acara berlangsung di Wisma Djamauli Sinaga. Ia kaget karena guru-guru dari 5 SD dalam satu desa banyak yang tidak saling kenal. “Namanya pun tidak tahu. Tapi karena ajang ini, mereka akhirnya saling kenal dekat. Muridnya juga begitu.”

“Selama ini mereka kenal mungkin hanya lewat saudara 1-2 orang. Tapi sekarang secara menyeluruh sudah saling kenal antar murid karena saya pertemukan kemarin. Secara emosional mereka ketemu. Sangat akrab,” tambahnya.

Sabar menyebut anak-anak itu adalah generasi penerus. “20-30 tahun lagi mereka akan ingat, ‘Waktu itu pernah kita ikut lomba nyanyi yang dibikin Pak Sabar ya’. Ini jadi memori sepanjang masa.”

Ajak Perantau Bangun Desa, Jangan Tumpuk Uang di Bank
Ia mengajak para perantau asal Sumut, khususnya Desa Sei Belutu, untuk ikut membangun desa. “Jangan ditumpuk-tumpuk uangnya di bank, itu akan busuk dimakan umur. Marilah bekerja keras membangun desa kita, khususnya pendidikan, agar kita dikenang dan dicintai rakyat.”

Sabar menegaskan aksinya bukan karena ingin jadi bupati atau gubernur. “Umur saya sudah 67. Anak-anak saya sudah S1 semua, sudah kerja dan berhasil. Tuhan mungkin mengutus saya untuk berbuat nyata, bukan angan-angan.”

Ia berencana membuat ajang serupa dengan skala lebih besar. “Program saya tidak berhenti di sini. Kalau Tuhan mengizinkan, saya mau buat tingkat kabupaten sampai provinsi Sumut. Karena belum ada yang membuat seperti ini.”

Urus Rekor MURI dan Sering Sumbang Gereja-Masjid
Sabar mengaku sedang mengurus rekor MURI untuk festival tersebut. “Belum pernah ada lomba begini di Indonesia, begitu meriah. Semoga keluar MURI-nya.”

Ia juga menyebut selama ini rutin menyumbang. “Natal kemarin saya sumbang semua gereja di Sei Belutu, plus satu masjid di Kecamatan Sei Bamban. Saya tidak butuh jabatan. Anak saya sudah berhasil semua. Saya hanya mau berbuat baik untuk desa.”

(Kongli S, S.Si., C.BJ., C.EJ., C.In) 31587-UPDM/Wda/DP/II/2026/02/09/68

#SDNSimpang3
#TortorBatak
#FestivalTrioPelajar
#SeiBelutu
#SabarOmpuSunggu
#AudisiSOS
#BudayaBatak
#Sergai
#PendidikanSumut
#JuaraHatiPenonton