Cak Thoriq-Ning Fika Siap Menjadikan Lumajang Menjadi Kota Baru untuk Meningkatkan Perekonomian

 

Lumajang – KPU Lumajang resmi menetapkan Pasangan calon bupati dan wakil bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) dan Lucita Izza Rafika (Ning Fika) mendapatkan nomor urut 1 dalam pengundian nomor urut Pilkada Lumajang 2024, yang mana acara pengundian tersebut diselenggarakan di gedung Rock Convention Center (RCC) Lumajang pada hari Senin (23/9/2024) malam.

Cak Thoriq, yang saat ini sebagai calon bupati Incumbent, bersama Ning Fika, yang merupakan wakilnya kembali maju untuk periode 2024–2029, yang mana Cak Thoriq-Ning Fika bertekad melanjutkan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang sudah dimulai sejak periode sebelumnya, dan akan mengembalikan program-program sebelumnya yang sekarang ditiadakan, akan melanjutkan dan menambahkan program yang baru.

“Kami berdua Cak Thoriq-Ning Fika akan melanjutkan program-program yang belum terselesaikan, dan akan mengembalikan semua program yang sudah di tiadakan,” terang Cak Thoriq.

Tentu Disisi lain kemudahan akses jalan yang sudah kita bangun di periode yang lalu sekarang sudah nampak manfaatnya dimana yang dulunya sering macet di kawasan Ranuyoso dan Klakah sekarang sudah sangat lancar, serta pembangunan hotel berstandar nasional oleh pihak swasta juga akan menambah daya tarik akan kedatangan para wisatawan untuk datang ke Lumajang.

“Tentu ini akan menjadi akses yang luar biasa, yang bisa menambah dan meningkatkan perekonomian kabupaten Lumajang,” tambah Cak Thoriq.

Serta yang tidak kalah pentingnya adalah program digitalisasi semua program akan kita optimalkan dan saya sangat optimis Ning FIKA akan dapat mengkomunikasikan yang dikarenakan bekal pengalaman beliau.

“Sekarang ini sudah jamannya digitalisasi, jadi semua serba cepat dan kami akan optimalkan sebaik mungkin,” jelasnya.

Sedangkan untuk program seragam sekolah gratis, persalinan gratis , berobat gratis semuanya akan terus kita lanjutkan dan insyaallah akan kita tingkatkan begitupun alokasi bagi guru non NIP, guru ngaji serta program bagi pondok pesantren semuanya sangat realistis.

Maka kita berharap kedepannya kami bisa menjadikan Lumajang ini menjadi kota baru, yang mana daerah-daerah yang berpotensi sebagai tempat wisata dan bisa meningkatkan perekonomian bagi kabupaten Lumajang , dengan begitu kita bisa mendapatkan dan merasakan hasilnya agar tercipta Lumajang yang maju dan makmur.

 

 

 

(Dhr)