STKIP Muhammadiyah Lumajang Menggelar Seminar Nasional Mengakselerasi Inovasi Berbasis Lokal Untuk Mendongkrak Kemajuan Pendidikan Tinggi

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Untuk upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong inovasi berbasis potensi daerah menjadi materi utama dalam Seminar Nasional yang digelar di Hall lantai dua STKIP Muhammadiyah Lumajang pada hari Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar kurang lebih 100 mahasiswa, yang dihadiri olehi Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi Golkar H. Muhamad Nur Purnamasidi, S. Sos,, M. Si atau yang akrab disapa (Bang Pur) sebagai keynote speaker, dengan mengusung tema “Dari Kampus untuk Daerah: Mengakselerasi Inovasi Literasi Berbasis Potensi Lokal untuk Pemajuan Pendidikan” yang mana seminar tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pemerataan akses pendidikan, penguatan literasi, hingga peran perguruan tinggi dalam membangun daerah.

Dalam sambutannya, H. Muhamad Nur Purnamasidi menyoroti persoalan pendataan kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar penentuan penerima berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang mana menurutnya masih terdapat sejumlah persoalan dalam sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat atau desil yang perlu dievaluasi.

Bang Pur juga menilai masih banyak persepsi di masyarakat yang menganggap penentuan kategori kesejahteraan dilakukan secara sederhana, padahal pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah berupaya menyempurnakan sistem pendataan agar lebih akurat dan tepat.

“Kita bersama kementerian berupaya untuk terus mencari solusi agar penyaluran bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran, dan pendataan harus lebih rinci sehingga mampu menggambarkan kondisi ekonomi keluarga secara benar dan nyata,” ujar Bang Pur.

Lebih lanjut Bang Pur juga menjelaskan, bahwa salah satu pembahasan antara Komisi X DPR RI dan pemerintah adalah penyempurnaan syarat penerima KIP Kuliah, yaitu salah satunya adalah lulusan SMA yang sebelumnya sudah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) maka sudah otomatis akan memperoleh KIP Kuliah apa bila memang memenuhi ketentuan yang berlaku, juga selain itu yang lebih penting aspek pendapatan orang tua juga menjadi perhatian, dan batas penghasilan keluarga masih terus kami bahas termasuk penggunaan acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebagai salah satu indikator.

“Pemerintah juga meminta BPS melakukan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat agar benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan, termasuk memperhitungkan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan,” terangnya.

Bang Pur juga mengungkapkan, peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi menjadi tantangan besar Indonesia menuju bonus demografi dan Indonesia Emas 2045. Saat ini, kata dia, jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih tergolong rendah.

Oplus_131072

“Kalau akses pendidikan tinggi tidak terus kita tingkatkan, akan sulit menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing pada masa depan,” jelas Bang Pur.

Di luar persoalan akses pendidikan, ia juga mengajak kalangan akademisi dan mahasiswa untuk mulai mengembangkan inovasi yang berpijak pada kekuatan daerahnya masing-masing, yang mana menurut Bang Pur selama ini banyak penelitian maupun inovasi yang lebih banyak mengadopsi konsep dari luar negeri, sementara potensi lokal justru kurang mendapat perhatian.

“Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. Mahasiswa jangan hanya bercita-cita bekerja di kota besar atau di luar daerah, tetapi juga mampu membangun daerahnya sendiri melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki,” jelas Bang Pur.

Kabupaten Lumajang ini memiliki berbagai macam potensi, mulai dari sektor pertanian, pariwisata hingga sumber daya alam yang dapat dikembangkan melalui riset dan inovasi para mahasiswa, dan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pada peserta seminar, Bang Pur juga mengadakan kompetisi penulisan artikel hasil seminar nasional yang digelar kali ini dan menyiapkan hadiah Rp1 juta bagi tiga penulis artikel terbaik.

“Saya berharap mahasiswa mampu menuangkan gagasan dan hasil diskusi hari ini dalam bentuk tulisan yang berkualitas, dan tulisan yang terbaik akan kami berikan penghargaan sebagai bentuk motivasi agar budaya literasi terus berkembang,” pungkasnya.

Seminar nasional tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STKIP Muhammadiyah Lumajang, Komisi X DPR RI dan sejumlah mitra pendidikan, melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan inovasi yang berakar pada potensi lokal untuk kemajuan daerah.
(Dhr)