Garut – SMAN 32 Garut menyelenggarakan in house training Pendidikan Karakter Pancawaluya selama dua hari, pada 17–18 November 2025, sebagai bagian dari program resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam upaya memperkuat implementasi karakter berbasis kearifan lokal di satuan pendidikan. Seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan Komite SMAN 32 Garut hadir mengikuti kegiatan ini sebagai wujud komitmen bersama membangun budaya sekolah yang berkarakter.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 32 Garut, Dedeh Kusniati, S.Pd., M.M.Pd., yang menegaskan bahwa sekolahnya selalu menjadi yang terdepan dalam melaksanakan berbagai program pengembangan pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pendidikan karakter Pancawaluya menjadi landasan penting untuk membentuk peserta didik yang seimbang secara moral, sosial, intelektual, dan spiritual.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancawaluya, Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer benar-benar hadir dalam tindakan dan budaya sekolah. Guru memiliki peran penting, bukan hanya mengajar pengetahuan, tetapi membentuk pribadi murid agar siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak mungkin terwujud tanpa komitmen seluruh unsur sekolah, termasuk keluarga dan masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Dedih Nurdin, M.Ag., dari tim pengembang Pendidikan Karakter Pancawaluya, yang memberikan pemahaman mengenai kerangka konsep, nilai-nilai inti, serta urgensi pendidikan karakter di era globalisasi. Sementara itu, sesi teknis mengenai implementasi operasional disampaikan oleh Hidayat, M.Pd., dari Tim Pelatih, yang memandu peserta dalam menyusun strategi penerapan karakter di kelas dan lingkungan sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, para pendidik mengikuti sesi diskusi, pendalaman materi, dan perumusan langkah implementasi yang diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, SMAN 32 Garut memperkuat komitmennya untuk mewujudkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter sesuai nilai kearifan lokal Jawa Barat. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih berkarakter dan berdaya saing.















