Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menyelenggarakan workshop bertajuk Digitalisasi Kearifan Lokal: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Lingkungan melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam di SMPN 1 Cibalong, Kabupaten Garut, Senin 25 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan 70 peserta yang terdiri atas guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan.
Workshop diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Sumiati Aghpyra, S.Pd., yang menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkaya wawasan, mendorong kreativitas, dan meningkatkan mutu pembelajaran bahasa serta sastra Indonesia.
Kepala SMPN 1 Cibalong, Yudi Mulyadi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena sekolahnya dipercaya sebagai tuan rumah. Ia menilai kerja sama ini menjadi langkah penting bagi peningkatan kompetensi guru dan relevansi pembelajaran di kelas.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Toni Syafari Suparna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran harus sejalan dengan perkembangan teknologi digital agar guru dapat memenuhi kebutuhan siswa masa kini. Pandangan serupa datang dari Pengawas TK/SD Kecamatan Cibalong, Hj. Cucu Pritniawati, M.Pd., yang mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya lokal di tengah arus digitalisasi pendidikan.

Workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana IPI Garut, Assoc. Dr. Asep Nurjamin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan teori akademik yang bersentuhan langsung dengan praktik pendidikan di sekolah. Pada kesempatan itu, Pascasarjana IPI Garut juga menyerahkan cenderamata sebagai bentuk penghargaan kepada pihak SMPN 1 Cibalong atas dukungan mereka terhadap terselenggaranya acara.
Materi inti disampaikan oleh sejumlah narasumber. Dr. Didin Sahidin, M.Pd., membahas pentingnya pendekatan deep learning yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dr. Ardi Mulyana Haryadi, M.Hum., memaparkan peran kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual yang mampu menginspirasi inovasi pembelajaran.
Strategi pembelajaran berbasis proyek disampaikan oleh Neneng Hartini, S.Pd., yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dipresentasikan oleh Erni Fitriani, S.Pd., yang menunjukkan bagaimana kelas dapat menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Suasana workshop semakin hidup melalui penampilan musikalisasi puisi oleh Neneng Hartini bersama Dini Windarini. Pertunjukan ini menjadi pengingat akan kekuatan bahasa dan sastra Indonesia dalam menyampaikan nilai estetika sekaligus menanamkan pesan budaya.
Salah seorang peserta, Drs. H. Udin Solehudin, menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan. Ia menilai workshop ini membuka wawasan baru tentang cara mengintegrasikan teknologi digital dengan kearifan lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermanfaat bagi siswa.
Kegiatan yang digelar oleh Pascasarjana IPI Garut ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, guru, dan praktisi pendidikan. Kehadiran workshop tersebut memberi arah baru bagi pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang berpijak pada nilai budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Penulis: Erni Fitriani, Mahasiswa Pascasarjana PBSI IPI Garut


















