Puluhan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen, Pihak Dinas Hanya Bantu 4 Liter Obat Ke Petani

KERINCI, KilasNusantara.id — Puluhan petani di wilayah kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci terancam gagal panen di tahun ini, pasalnya sawah yang mereka garap dengan tanaman padi itu tidak tumbuh sebagaimana mestinya.

Keterbatasan pengetahuan mereka dalam mengatasi hal ini membuat mereka hanya bertumpu pada perhatian dan bantuan dari pemerintah terutama pada Dinas pertanian yang di harapkan dapat membantu memberikan bantuan ataupun solusi dari masalah tersebut setelah mereka menyampaikan keluhan dan msalah itu ke pihak Dinas Pertanian beberapa waktu yang lalu.

“Kami sudah kewalahan mengatasi penyeban kerusakan padi kami ini, dan kami sangat berharap pemerintah melalui dinas pertanian dapat membantu memberi solusi kepada kami, dulu hal ini pernah terjadi dan kami juga sudah melaporkan ke pihak dinas dan kami di berikan obat penangkal hama saja, namun akhirnya kami juga mengalami gagal panen,dan kali ini kami berharap dinas pertanian dapat lebih serius dan mengevaluasi kegagalan ini agar kami dapat menikmati hasil kerja keras kami ini sebagaimana mestinya,” ujar salah satu petani

Namun harapan para petani itu sepertinya tidak mendapat tanggapan secara serius dari pihak Dinas Pertanian bahkan mereka seakan hanya membuat lelucon pada para petani itu.

Betapa tidak dari puluhan hektar sawah yang terindikasi gagal panen pihak Dinas Pertanian turun ke lokasi untuk melakukan kegiatan penyemprotan massal pada Senin 23/01/25.

Tapi harapan petani kali ini ke pihak dinas malah lebih mengecekan dari sebelumnya, pihak dinas turun kelapangan dengan hanya memberikan 4 liter obat penanggalan hama saja tanpa ada jenis obat obatan lainnya dan tanpa adanya penanganan yang mendalam dan kajian tentang penyebab terjadi masalah gagal panen tersebut, baik itu masalah PH tanah dan lainnya.

Seakan mereka hanya melakukan formalitas dan pencitraan semata ke para petani dan hal ini tentunya membuat para petani sangat merasa kecewa.

Saat dikomfirmasi dilapangan pihak dinas POPT PENDRI, Sp menuturkan dengan singkat “kami hanya memberikan bantuan obat sesuai dosis ke petani kalau kurang ya kami tidak tahu sesuai dengan laporan yg kami terima dari bawah dan masalah lainnya terjadi karena faktor benih yang harus di tukar kami sudah sampaikan ke atas tapi kami tidak tahu tindak lanjutnya itu bukan urusan kami”

Kini harapan untuk menggantungkan permasalah mereka ke pemerintah sepertinya hanyalah tinggal harapan dan mereka hanya bisa pasrah dengan nasib mereka saat ini.

(Dominaldi)