MEDAN, Kilasnusantara.id — Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Sekretariat Wakil Presiden RI di Hotel Grand Mercure, Medan.
Wali Kota hadir didampingi Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik, Kepala Dinas Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Plt. Kepala Bappeda Muhammad Hamdani, dan Kabag Prokopim Faisal Ahmad.
Rakor yang berlangsung secara hybrid ini diikuti para Kepala Daerah, Bappeda, Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, dan Disdukcapil se-Wilayah Sumatera.
Fokus utama pembahasan adalah penguatan konvergensi intervensi bagi kelompok prioritas mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita usia 0-59 bulan. Forum juga membahas integrasi program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD. Selain itu dibahas advokasi kebijakan insentif fiskal tahun 2026 serta perumusan rencana tindak lanjut yang konkret dan terukur.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penanganan Stunting
Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc. menegaskan keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang konsisten.
“Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” tegas Wagub Sumut.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wakil Presiden Eddy Cahyono Sugiharto memaparkan, prevalensi stunting nasional berhasil turun signifikan dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen.
Namun berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Sumatera Utara masih berada di 22 persen, lebih tinggi dari angka nasional.
“Karena itu, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting perlu terus dilanjutkan untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujar Eddy Cahyono.
Pemko Tebing Tinggi Targetkan Zero Stunting
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih menegaskan komitmen penuh jajaran Pemko untuk menekan angka stunting hingga mencapai target wilayah bebas stunting.
“Mohon doanya agar anak-anak yang berisiko stunting dapat tertangani dan menurun. Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus semangat melakukan penanganan. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” ujar Wali Kota kepada awak media Diskominfo Tebing Tinggi.
Wali Kota menambahkan, keikutsertaan Pemko Tebing Tinggi dalam forum regional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan komitmen penanganan stunting.
“Berbagai strategi dan kebijakan yang dibahas diharapkan menjadi penguatan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas intervensi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan program pencegahan stunting menyentuh kelompok sasaran secara tepat,” pungkasnya.
Sebagai bentuk kesepakatan bersama, kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera. Penandatanganan dilakukan secara luring dan daring untuk menegaskan komitmen seluruh pihak memperkuat program penanganan stunting di wilayah Regional Sumatera.
Melalui kegiatan ini, Pemko Tebing Tinggi mendorong kolaborasi antara pemerintah, perangkat daerah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya agar upaya percepatan penurunan stunting berjalan konsisten dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
(Kongli S, S.Si., C.BJ., C.EJ., C.In) 31587-UPDM/Wda/DP/II/2026/02/09/68
Sumber: Diskominfo Kota Tebing Tinggi




















