INDRAMAYU, KilasNusantara.id, Minggu (18/10/2026). – Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi sosial khitanan massal gratis yang menyasar 26 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Nurul Ulum Indramayu dan berpusat di Gedung Baru MDTU Babadan, Kecamatan Sindang, Minggu (18/10/2026).
Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyatakan bahwa agenda ini bukan sekadar meringankan beban finansial orang tua.
Lebih dari itu, khitanan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan anak serta pemenuhan tuntutan syariat agama.
“Atas nama pemerintah daerah, kami berterima kasih kepada Yayasan Nurul Ulum dan seluruh pihak yang terlibat.
Semoga anak-anak yang dikhitan tumbuh menjadi generasi saleh, cerdas, dan membanggakan Indramayu,” ujar Syaefudin.

Syaefudin juga menekankan pentingnya penguatan gotong royong dan sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan,hingga organisasi sosial.
Kolaborasi aktif ini dinilai krusial untuk mengakselerasi visi Indramayu REANG yang religius, aman, dan sejahtera berbasis ekonomi kerakyatan.
Di sisi lain, perwakilan Dewan Pembina Yayasan Madrasah Nurul Ulum Babadan, Dr. H. Achmad Baequni, menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah.
Berdiri sejak tahun 1932, madrasah ini terus bertahan berkat sokongan swadaya dan gotong royong masyarakat.
Ke depan, pihak yayasan berencana memperluas jaringan kemitraan dengan merangkul BAZNAS, lembaga keuangan, hingga sektor swasta lewat pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Sembari membawa bingkisan hadiah, Evan Samudera (7), salah satu anak peserta khitanan asal Blok Kebon Kelapa, mengaku gembira bisa ikut serta dalam acara tersebut.
Melalui program ini, Pemkab Indramayu berharap budaya berbagi terus bertumbuh guna menjamin masa depan generasi muda yang lebih sehat.



















