PARIGI, PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Peringatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, merawat semangat gotong royong, serta merefleksikan perjalanan pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.
Semangat tersebut disuarakan Kepala Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Udin Tugaswara, yang akrab disapa Ugas. Dalam momentum Hari Jadi ke-14 Kabupaten Pangandaran, Selasa (13/10/2026), ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan cita-cita Pangandaran sebagai kabupaten yang maju, sejahtera, dan menjadi destinasi wisata mendunia.
Menurut Ugas, tema semangat **“Ngahiji dina Rasa, Ngawujud dina Karya”** memiliki makna mendalam bagi perjalanan Kabupaten Pangandaran. Persatuan dalam rasa dan tujuan harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar menjadi slogan yang digaungkan setiap peringatan hari jadi.
“Ngahiji dina rasa, ngawujud dina karya. Membawa Pangandaran yang diawali dari semangat Pangandaran Jihad, menjadi Pangandaran Juara, Pangandaran Melesat, hingga benar-benar menjadi Kabupaten Wisata yang Mendunia,” ujar Ugas.
Ia menilai, perjalanan Kabupaten Pangandaran selama 14 tahun telah menjadi bagian penting dari proses panjang membangun daerah, mulai dari meletakkan fondasi pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat pembangunan desa, hingga mengembangkan potensi pariwisata sebagai salah satu kekuatan utama daerah.
Bagi Ugas, berbagai capaian yang telah diraih harus menjadi penyemangat untuk melangkah lebih jauh. Namun, kemajuan daerah juga membutuhkan komitmen bersama agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sinergi Desa dan Daerah Jadi Kunci Kemajuan
Ugas menegaskan, pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mendukung arah pembangunan Kabupaten Pangandaran. Desa merupakan bagian pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki posisi penting dalam menerjemahkan kebijakan pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan warga.
Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta seluruh unsur masyarakat perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi untuk memastikan pembangunan tidak hanya terlihat melalui perubahan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“14 tahun Pangandaran berkarya untuk kemajuan bersama. Kami di tingkat desa siap terus bersinergi agar hasil pembangunan dan geliat pariwisata benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” pungkasnya.
Ia berharap, momentum Milangkala ke-14 dapat mempererat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kemajuan Pangandaran merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah. Dukungan masyarakat, partisipasi pemuda, peran pelaku usaha, serta keterlibatan berbagai komunitas menjadi kekuatan penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Desa Selasari dan Potensi Wisata Pangandaran
Sebagai desa di Kecamatan Parigi, Desa Selasari memiliki potensi yang dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran. Salah satu daya tarik yang dikenal wisatawan adalah kawasan wisata alam Santirah yang menawarkan pengalaman wisata susur sungai atau river tubing.
Potensi tersebut menjadi bagian dari kekayaan wisata Pangandaran yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pengelolaan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan daya tarik alam, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan, keselamatan pengunjung, kebersihan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat setempat.
Bagi desa yang memiliki potensi wisata, pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari usaha kuliner, jasa wisata, hingga berbagai kegiatan ekonomi produktif lainnya.
Meski demikian, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan penguatan kapasitas masyarakat. Dengan demikian, potensi alam yang dimiliki tidak hanya menjadi daya tarik sesaat, tetapi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ugas berharap, semangat pembangunan yang digaungkan pada peringatan Milangkala ke-14 mampu mendorong setiap desa untuk terus menggali potensi unggulan masing-masing. Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi pelaku aktif yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Milangkala Jadi Momentum Menatap Masa Depan
Memasuki usia ke-14, Kabupaten Pangandaran memiliki kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat langkah menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Cita-cita mewujudkan Pangandaran sebagai kabupaten wisata yang mendunia, menurut semangat yang disampaikan Ugas, perlu ditopang oleh kerja nyata, kebersamaan, serta pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kemajuan pariwisata, peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan desa, dan penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar pertumbuhan daerah dapat dirasakan secara lebih luas.
Peringatan hari jadi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan semata-mata tentang capaian yang telah diraih, melainkan tentang bagaimana pemerintah dan masyarakat menjaga komitmen untuk terus memperbaiki keadaan.
Dengan semangat “Ngahiji dina Rasa, Ngawujud dina Karya”, Ugas mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Milangkala ke-14 sebagai titik penguat persatuan dan motivasi untuk berkarya bagi daerah.
Harapannya, Pangandaran tidak hanya semakin dikenal karena keindahan alam dan destinasi wisatanya, tetapi juga mampu tumbuh sebagai daerah yang sejahtera, memiliki pelayanan publik yang baik, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat desa untuk berkembang.
Empat belas tahun perjalanan Pangandaran menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak dibangun oleh satu pihak saja. Persatuan harus dirawat, gotong royong harus diperkuat, dan setiap cita-cita perlu diwujudkan melalui karya nyata demi Pangandaran yang semakin maju dan mendunia.
Sysfarras



















