Sebelum Siswa Kembali ke Sekolah, Egi Pastikan Ruang Kelas Aman dari Abu Vulkanik

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

LAMPUNG SELATAN – Sebelum siswa kembali ke ruang kelas, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turun langsung memastikan lingkungan sekolah, terutama ruang belajar, benar-benar bersih dan aman dari sisa abu vulkanik.

Hal itu dilakukan Egi saat meninjau SD Negeri 3 Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Rabu (9/9/2026), menyusul kebijakan perpanjangan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam peninjauan tersebut, Egi mengecek langsung kondisi ruang kelas, meja dan fasilitas yang digunakan siswa. Ia memastikan tidak ada lagi abu vulkanik yang tersisa dan berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Hari ini saya mengecek sekolah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya SDN 3 Sukabaru. Kita ingin memastikan sekolah ini sudah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali untuk pembelajaran tatap muka. Kualitas kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama,” ujar Egi disela-sela peninjauan.

Menurut Egi, kebersihan ruang kelas menjadi salah satu hal penting yang harus dipastikan sebelum pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.

Karena itu, proses pembersihan tidak cukup hanya dengan menyapu, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tidak membuat sisa abu kembali beterbangan.

Ia menginstruksikan agar meja, fasilitas sekolah, dan bagian ruang kelas yang masih berdebu dibersihkan menggunakan kanebo atau kain basah.

Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk mengangkat sisa abu vulkanik sekaligus mengurangi risiko debu kembali menyebar ke udara.

“Pak Kadisdik, informasikan kepada sekolah-sekolah agar pembersihan meja dan fasilitas lainnya wajib menggunakan kanebo atau kain basah. Pastikan saat anak-anak kembali, ruang kelas benar-benar siap digunakan,” tegasnya.

Egi juga meminta pihak sekolah mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk mendukung kebutuhan pembersihan lingkungan sekolah.

Keterbatasan air, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk menunda proses pembersihan. pihak sekolah dapat menggunakan jasa mobil tangki untuk mendukung proses pembersihan agar seluruh lingkungan sekolah dapat kembali bersih secara optimal.

“Kalau air tidak memadai atau air kering, bisa panggil mobil tangki air. Kalau perlu, semprot. Jangan semuanya mengandalkan Damkar, karena Damkar juga memiliki banyak lokasi lain yang harus dibersihkan,” pesannya.

Kondisi SD Negeri 3 Sukabaru sendiri saat ini terlihat jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya. Kepala sekolah, guru, dan staf secara bersama-sama telah melakukan pembersihan terhadap debu vulkanik yang menempel di lingkungan sekolah.

Egi berharap upaya tersebut terus dilanjutkan hingga seluruh ruang dan fasilitas sekolah dipastikan dalam kondisi bersih, aman, dan nyaman.

Menurutnya, kesiapan sekolah tidak hanya menyangkut fasilitas pembelajaran, tetapi juga jaminan kesehatan bagi anak-anak ketika kembali ke ruang kelas.

“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak kita bisa kembali belajar dengan aman dan sehat. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, bukan justru menjadi sumber risiko bagi kesehatan mereka,” kata Egi.

Peninjauan tersebut turut didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik (PHP) Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Syaifulloh, serta jajaran terkait lainnya. (Nzr/lmhr)