PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Jutaan wisatawan yang datang ke Kabupaten Pangandaran setiap tahun dinilai belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat desa. Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mendorong agar potensi pariwisata tersebut dihubungkan secara langsung dengan produk dan aktivitas ekonomi yang berkembang di 93 desa.
Gagasan itu disampaikan Jeje saat memberikan pandangan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran di Aula Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Selasa (8/9/2026).
Menurut Jeje, pemerintah desa memiliki posisi strategis dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat. Kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga representasi masyarakat yang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan di tingkat desa.
Jeje mengatakan, pembangunan desa selama dirinya menjabat sebagai Bupati Pangandaran bertumpu pada tiga sektor utama, yakni infrastruktur pedesaan, ekonomi pedesaan, dan penguatan kelembagaan desa.
“Pembangunan desa itu ada tiga hal. Pertama, infrastruktur pedesaan. Yang kedua, ekonomi pedesaan. Yang ketiga adalah penguatan lembaga desa, perangkat desa sampai dengan RT,” ujar Jeje.
Ia menilai pembangunan infrastruktur serta penguatan kelembagaan desa telah menjadi fondasi penting dalam perjalanan pembangunan Pangandaran. Karena itu, tantangan yang perlu mendapat perhatian lebih besar saat ini adalah bagaimana membuat ekonomi desa tumbuh, produktif, dan terhubung dengan pasar yang tersedia di daerah.
Lima Juta Wisatawan Harus Jadi Pasar Desa
Jeje melihat sektor pariwisata sebagai peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, Pangandaran memiliki pasar wisata yang sangat besar dengan kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar lima juta orang setiap tahun.
“Pangandaran sebagai daerah wisata itu sekitar lima juta orang per tahun. Bagaimana lima juta orang sebagai pasar terkoneksi secara ekonomi dengan potensi yang kita miliki di desa, sehingga bisa mengangkat ekonomi pedesaan,” katanya.
Ia menilai wisatawan yang datang ke Pangandaran bukan hanya membutuhkan objek wisata dan akomodasi. Mereka juga membutuhkan berbagai produk dan kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, sembako hingga berbagai komoditas lainnya.
Kebutuhan tersebut, kata Jeje, semestinya dapat diproduksi dan dipasok oleh masyarakat desa.
“Bagaimana seluruh kebutuhan, seperti kebutuhan beras, sembako dan kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan wisata bisa dipenuhi oleh desa, sehingga mengangkat ekonomi pedesaan,” tuturnya.
Konsep tersebut, menurut Jeje, dapat menciptakan hubungan ekonomi yang lebih kuat antara desa dan sektor pariwisata Pangandaran.
Artinya, perputaran uang dari wisatawan tidak berhenti di kawasan wisata, hotel, restoran atau pusat perdagangan, tetapi juga mengalir ke desa melalui produk pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, koperasi maupun badan usaha milik desa.
APDESI Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Jeje menilai keberadaan APDESI Pangandaran dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong gagasan tersebut.
Dengan jumlah 93 desa, pemerintah desa memiliki jaringan yang luas untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi lokal sekaligus membangun kerja sama antardesa.
“Yang pertama komponen desa, aparat lembaga desa, perangkat desa sampai dengan kepala desa. Yang kedua infrastruktur. Dua itu zaman saya sudah dilakukan. Yang ketiga bagaimana ekonomi pedesaan ini berkembang dengan baik,” katanya.
Ia berharap berbagai fondasi pembangunan yang telah dibangun pada periode sebelumnya dapat dilanjutkan dan diperkuat pada pemerintahan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Menurut Jeje, pengembangan ekonomi desa tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Hal yang lebih penting adalah memastikan produk tersebut memiliki pasar dan mampu masuk ke rantai ekonomi pariwisata.
Dengan begitu, desa tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat produksi dan pengolahan berbagai kebutuhan wisata.
Akui Belum Sempat Direalisasikan
Jeje mengakui konsep menghubungkan ekonomi desa dengan sektor pariwisata tersebut belum sepenuhnya dapat diwujudkan ketika dirinya memimpin Kabupaten Pangandaran.
“Ini yang zaman saya belum sempat dilakukan. Mudah-mudahan zaman Bu Citra bisa dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap pemerintahan saat ini dapat menjadikan konektivitas ekonomi desa dan pariwisata sebagai salah satu agenda pembangunan ke depan.
Jika berhasil diwujudkan, besarnya jumlah wisatawan yang datang ke Pangandaran tidak hanya menjadi angka statistik kunjungan, tetapi juga menjadi pasar besar bagi produk masyarakat desa.
Pada akhirnya, 93 desa di Kabupaten Pangandaran diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wilayah administratif, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menopang sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menghubungkan potensi desa dan pariwisata, Jeje melihat Pangandaran memiliki peluang untuk membangun rantai ekonomi daerah yang lebih kuat, dari desa hingga kawasan wisata.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 3 pilihan judul SEO yang lebih “menggigit” untuk Google Discover, lengkap dengan meta description, keyword utama, dan caption foto.
Sysfarras




















