Daerah  

Diduga SPT Ganda Picu Kericuhan di Jalan Belimbing,Salah Seorang Pemilik Tokoh Desak Pemkot Bengkulu Segera Tertibkan, 

KOTA BENGKULU, Kilasnusantara.id – Polemik penerbitan Surat Perintah Tugas (SPT) pengelolaan parkir di Zona 6 Jalan Belimbing,Pasar Panorama, Kota Bengkulu kembali memanas, Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan dua juru parkir,petugas lama dan petugas baru,terlibat adu mulut,Keduanya diduga sama-sama mengklaim memiliki hak pengelolaan resmi di satu titik lokasi yang sama.

 

Kericuhan itu terjadi di depan umum,disaksikan warga, pengunjung pasar,pedagang, hingga pemilik toko di sekitar lokasi.Video tersebut kini menjadi perbincangan hangat warganet.

 

Salah satu pemilik toko yang berada tepat di area parkir meluapkan kekesalannya.Ia mendesak Pemerintah Kota Bengkulu,khususnya Bapenda dan Satpol PP,untuk segera turun tangan.

 

“Sudah berkali-kali terjadi Sekarang videonya viral.Dua orang di satu tempat sama-sama mengaku punya surat tugas.Yang lama merasa berhak,yang baru juga merasa berhak,”ujarnya.

 

“Kami yang berdagang jadi tidak nyaman,Pembeli terganggu dan banyak yang akhirnya pergi. Pemerintah harus segera menertibkan.Jangan biarkan terus seperti ini,”tegasnya.

 

Perselisihan ini diduga bermula dari tumpang tindih penerbitan SPT.Di satu lokasi yang sama, muncul lebih dari satu surat tugas atas nama pihak berbeda Akibatnya,masing-masing merasa berhak penuh atas pengelolaan dan penarikan retribusi parkir.

 

Kondisi ini memicu dugaan adanya ketidakberesan dalam proses penerbitan.Prosedur dinilai tidak transparan,tidak jelas,dan tidak ada sosialisasi kepada petugas lama maupun masyarakat sebelum SPT baru diterbitkan.

 

Kekacauan ini dinilai sangat merugikan pedagang,pengunjung, dan warga sekitar,Selain mengganggu ketertiban umum dan berpotensi memicu bentrokan fisik, praktik penarikan retribusi oleh pihak yang legalitasnya belum jelas juga berpotensi menjadi pungutan liar.

 

Jika dibiarkan,hal ini tidak hanya merugikan masyarakat,tetapi juga berpotensi merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.

 

Hingga berita ini diturunkan,pihak Bapenda Kota Bengkulu dan Satpol PP Kota Bengkulu belum dapat dimintai keterangan terkait kericuhan yang videonya viral tersebut.

 

Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi.Ruang klarifikasi tetap terbuka seluas-luasnya bagi semua pihak untuk memberikan tanggapan dan hak jawab.

 

Red Bengkulu,

Penulis: Red Bengkulu Editor: Kaperwil Provinsi Bengkulu,