Daerah  

SPMB 2026/2027 di SMAN 4 Kota Bengkulu Sisakan Kekecewaan,Orang Tua Dugaan Penyimpangan Jalur Domisili,

Bengkulu, KilasNusantara.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Bengkulu masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi sebagian calon peserta didik maupun orang tua. Salah satunya dialami orang tua lulusan SMP Negeri 14 Kota Bengkulu, yang anaknya tidak dinyatakan lolos melalui jalur domisili,meskipun tempat tinggalnya masuk zona terdekat sekolah tersebut.

Berdasarkan keterangan orang tua tersebut kepada awak media,Senin (21/7/2026),anaknya mendaftar melalui jalur domisili karena sesuai ketentuan wilayah terdekat dengan SMAN 4 Kota Bengkulu.Bahkan,tempat tinggalnya hanya berjarak berjalan kaki ke sekolah tersebut,serta lokasi SMP asal anaknya pun berada persis di hadapan SMAN 4 Kota Bengkulu.

“Saya sangat kecewa dengan sistem SPMB tahun 2026 ini.Apa masalahnya anak saya tidak diterima? Saya memilih jalur domisili karena sesuai tempat tinggal kami yang masuk zona terdekat SMAN 4.Anak saya pun lulusan SMP Negeri 14 yang letaknya berhadapan langsung dengan sekolah ini.Menurut saya ini sangat tidak adil,yang paling dekat justru tidak diterima sesuai jalur domisili,”keluhnya.

Ia menambahkan,keputusan tersebut semakin terasa ganjil karena diduga kuat ada peserta lain dengan domisili jauh lebih jauh dari tempat tinggalnya yang justru dinyatakan lolos seleksi.Ia menyebutkan beberapa lokasi tempat tinggal peserta yang dinyatakan diterima berada di kawasan Karang Indah dan Perumahan Hibrida,yang berjarak jauh lebih jauh dibandingkan rumahnya.

“Bagaimana tidak aneh? Diduga yang domisilinya lebih jauh dari kami justru diterima di SMAN 4.Saya menduga sistem penerimaan SPMB ini tidak transparan dan tidak berpihak pada anak-anak yang ingin bersekolah di lokasi terdekat sesuai domisili,”imbuhnya.

Orang tua tersebut juga menjelaskan alasan utamanya memilihkan sekolah terdekat bagi anaknya adalah faktor ekonomi.Kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan membuatnya berharap beban biaya pendidikan dapat berkurang jika anaknya bersekolah di lokasi dekat, bahkan cukup berjalan kaki setiap hari.

“Faktor ekonomi juga jadi pertimbangan utama.Biaya hidup tidak ringan,kalau sekolah dekat setidaknya tidak perlu keluar uang ongkos, Sekarang anak saya terpaksa bersekolah di sekolah yang lebih jauh,bukan pilihan hati,bahkan jurusan yang diambil pun tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya.Tapi daripada tidak sekolah sama sekali, kami terpaksa ikhlas,”rintihnya.

Ia juga menyoroti hasil urutan seleksi yang didapatnya.Menurut informasi yang diterima,kuota penerimaan jalur domisili di SMAN 4 Kota Bengkulu, hanya mencapai urutan ke-186, sementara nomor urut pendaftaran anaknya berada di posisi ke-187.Hal ini semakin memperkuat dugaannya adanya ketidaktransparan dalam proses seleksi.

“Nomor urut yang diterima hanya sampai 186,sedangkan anak saya nomor 187.Ironisnya,yang nomor di atas kami yang diterima diduga dari lokasi lebih jauh.Saya pertanyakan, apakah sistem dan aturan SPMB tahun ini benar-benar berjalan bersih, transparan,dan akuntabel?”ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan,pihak Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bengkulu belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan maupun keluhan jalur domisili ini.Awak media masih terus berupaya menghubungi pihak sekolah untuk mendapatkan tanggapan resmi.

Redaksi selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait,baik sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu,untuk menyampaikan hak jawaban dan klarifikasi terkait keluhan ini.

Diharapkan Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027.Jangan sampai masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan akses pendidikan di sekolah terdekat justru dirugikan haknya.

Pewarta : Red Bengkulu,

Penulis: Red bengkuluEditor: Kaperwil provinsi bengkulu.