PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mendesak Kementerian Perhubungan segera mengambil langkah tegas terhadap kapal tongkang bermuatan 8.109 ton batu bara yang karam di perairan Pangandaran. Kapal tersebut dilaporkan telah terdampar hampir dua pekan tanpa kejelasan proses evakuasi, sehingga memicu kekhawatiran akan dampak pencemaran laut dan keselamatan pelayaran.
Desakan itu disampaikan Citra saat bertemu Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, lambannya penanganan kapal tongkang telah menimbulkan keresahan di kalangan nelayan dan masyarakat pesisir.
“Saya membawa pesan langsung kepada Pak Wakil Menteri bahwa di perairan kami ada insiden kapal tongkang yang memuat batu bara seberat 8.109 ton. Sudah hampir dua minggu kapal itu masih berada di lokasi. Pihak perusahaan menyampaikan proses penanganan sedang berjalan, tetapi hingga sekarang belum ada pergerakan,” kata Citra.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak tinggal diam. Berbagai upaya koordinasi telah dilakukan, termasuk melayangkan teguran dan menjalin komunikasi dengan manajemen perusahaan pemilik kapal. Namun hingga kini, belum ada langkah nyata yang mampu mempercepat evakuasi.
Citra mengingatkan, semakin lama kapal berada di lokasi, semakin besar pula risiko yang ditimbulkan. Selain berpotensi mencemari perairan apabila muatan batu bara tercecer, keberadaan tongkang juga dikhawatirkan mengganggu ekosistem laut, mengurangi hasil tangkapan nelayan, hingga membahayakan jalur pelayaran kapal wisata yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
“Keselamatan pelayaran dan kelestarian lingkungan laut harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut hingga berdampak lebih luas terhadap masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti persoalan kapal tongkang, Citra juga memanfaatkan audiensi tersebut untuk mempertanyakan nasib Pelabuhan Bojongsalawe yang hingga kini belum beroperasi secara optimal. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun dengan anggaran besar itu belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pangandaran.
“Kami belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendala sehingga pelabuhan tersebut belum beroperasi optimal. Harapan kami, minimal pelabuhan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas para nelayan lokal,” ujarnya.
Ia berharap Kementerian Perhubungan segera menyelesaikan berbagai kendala yang menghambat operasional Pelabuhan Bojongsalawe. Dengan berfungsinya pelabuhan tersebut, Citra meyakini aktivitas perikanan akan meningkat, distribusi hasil laut menjadi lebih lancar, serta mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Selain dua persoalan tersebut, Bupati Pangandaran juga meminta perhatian Kementerian Perhubungan terhadap ratusan lampu penerangan jalan yang padam di sejumlah ruas jalan nasional. Menurutnya, perbaikan infrastruktur tersebut penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
(Syafarras)



















