POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III GELAR PENGABDIAN MASYARAKAT DI JATIMELATI Fokus Tingkatkan Kesehatan Otak dari Kandungan Hingga Lansia

Bekasi Media KilasNusantara.id

13 Mei 2026  Poltekkes Kemenkes Jakarta III kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Bina Wilayah Kegiatan II yang dilaksanakan di Kelurahan Jatimelati, Bekasi. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Jatimelati dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Otak dari Kandungan Hingga Masa Tua”, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat sehat melalui pendekatan siklus kehidupan.

Kegiatan yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, kader kesehatan, serta masyarakat setempat ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga. Sejak pagi hari, masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, hingga skrining risiko penyakit tidak menular.

Pendekatan Kesehatan Sejak Dini Hingga Lansia

Ketua kegiatan, Dr. Roikhatul Jannah, SST.Ft., MPH, menjelaskan bahwa kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi pada usia lanjut, namun harus dijaga sejak masa kehamilan hingga usia tua.

“Pembangunan kesehatan masyarakat harus dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kesehatan ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia saling berkaitan dan menentukan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, berat badan, pemeriksaan gula darah, skrining risiko stroke, edukasi gizi, hingga penyuluhan pola hidup sehat.

Hasil Pemeriksaan: Mayoritas Balita Bergizi Normal

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 51 balita, sebanyak 88,2 persen balita berada dalam kategori status gizi normal. Namun demikian, masih ditemukan balita dengan kondisi gizi kurus serta imunisasi yang belum lengkap.

Tim pengabdian masyarakat menilai kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena status gizi dan imunisasi sangat memengaruhi perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Selain pemeriksaan balita, kegiatan juga melibatkan pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Dari lima ibu hamil yang diperiksa, sebagian ditemukan memiliki kondisi gemuk hingga obesitas.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti hipertensi, diabetes gestasional, hingga gangguan perkembangan janin.

Skrining Stroke dan Penyakit Tidak Menular Jadi Sorotan

Salah satu kegiatan yang paling diminati masyarakat adalah skrining risiko stroke yang diikuti oleh 57 warga dewasa dan lansia.

Hasil pemeriksaan menunjukkan:

56,1% warga berada pada kategori risiko rendah
35,1% berada pada kategori risiko sedang
8,8% masuk kategori risiko tinggi

Tim kesehatan menemukan masih banyak masyarakat memiliki faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi.

Peserta dengan kategori risiko tinggi langsung direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut tim pengabdian masyarakat, meningkatnya kasus penyakit tidak menular saat ini dipengaruhi pola hidup sedentari, minim aktivitas fisik, serta konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga berfokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui penyuluhan kesehatan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai:

Pentingnya gizi seimbang
Pencegahan stunting
Deteksi dini gangguan kesehatan
Pentingnya olahraga rutin
Bahaya hipertensi dan diabetes
Upaya menjaga kesehatan otak sepanjang usia

Kegiatan ini juga memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat wilayah.

Dukungan Warga dan Tokoh Masyarakat

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin karena memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga yang jarang melakukan pemeriksaan kesehatan.

Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Jakarta III atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan warga.

Komitmen Wujudkan Masyarakat Sehat dan Mandiri

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Jakarta III menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program promotif dan preventif di tengah masyarakat.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif.

Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah wilayah, kader kesehatan, dan masyarakat, upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Jatimelati diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sutarman