BENGKULU, Kilasnusantara.id – Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) menggelar aksi unjuk rasa di dua lokasi strategis,yakni di halaman Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu,Senin (11/5/2026). Aksi ini dilakukan untuk mendesak penegakan hukum yang tegas, transparan,dan tanpa pandang bulu terhadap sejumlah kasus yang masih menjadi sorotan publik.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.20 WIB dengan berkumpulnya massa di halaman PN Bengkulu. Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua FABB,Herman Lutpi selaku penanggung jawab,didampingi Dedy Muluadi sebagai Koordinator Lapangan,serta para orator yang menyampaikan aspirasi dan tuntutan massa.
Di hadapan gedung PN Bengkulu, para demonstran menyoroti dua perkara besar yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan. Pertama, terkait perkara dugaan suap dan gratifikasi dalam penerimaan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu. Massa menuntut majelis hakim yang menangani perkara tersebut untuk menghadirkan seluruh saksi guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Kami meminta PN Bengkulu menghadirkan saksi demi menjamin keterbukaan persidangan. Jangan ada pihak yang dilindungi di balik proses hukum ini, hukum harus ditegakkan secara adil dan setara bagi siapa saja,” tegas orator dalam orasinya.
Selain itu, massa juga menyoroti kasus sengketa Megamall yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar di masyarakat. Para pendemo meminta kejelasan resmi dari pihak pengadilan terkait status perkara tersebut, apakah sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau masih dalam proses hukum. Namun, hingga aksi di lokasi berakhir, tidak ada satu pun pejabat atau perwakilan PN Bengkulu yang bersedia menemui dan berdialog dengan massa untuk memberikan penjelasan. Hal ini memicu kekecewaan mendalam bagi para peserta aksi yang datang dengan maksud menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami tegas menyatakan, kami bukan massa bayaran. Kami datang ke sini atas kesadaran sendiri untuk menyuarakan kebenaran dan menuntut penegakan hukum yang adil, tidak tebang pilih, dan berpihak pada kepentingan publik,” tambah orator disambut sorak sorai massa.
Setelah menyampaikan aspirasi di PN Bengkulu, rombongan demonstran kemudian bergerak menuju lokasi kedua, yaitu Kejati Bengkulu. Di lokasi ini, massa menyampaikan lebih dari sepuluh poin tuntutan yang ditujukan sebagai catatan kerja bagi pimpinan baru Kejati Bengkulu yang baru saja menjabat. Poin-poin tersebut mencakup permintaan peninjauan kembali sejumlah perkara, percepatan penanganan kasus yang berlarut-larut, hingga jaminan transparansi dalam setiap langkah penegakan hukum.
Berbeda dengan di lokasi sebelumnya, pihak Kejati Bengkulu menyambut kedatangan dan aspirasi massa dengan baik melalui perwakilan pimpinan yang hadir menerima pernyataan sikap. Perwakilan Kejati menyatakan akan menindaklanjuti seluruh poin yang disampaikan serta berkomitmen bekerja profesional demi penegakan hukum di Bengkulu.Respons positif ini disambut antusias oleh seluruh peserta aksi,bahkan massa secara serentak meneriakkan yel-yel dukungan:“Hidup Kejati Baru Bengkulu!”
Seluruh rangkaian aksi berlangsung dalam suasana tertib,aman, dan damai serta dikawal ketat oleh aparat kepolisian setempat.Aksi berakhir setelah pernyataan sikap diserahkan dan sesi tanya jawab berlangsung dengan perwakilan Kejati Bengkulu.Kini,publik dan elemen masyarakat yang diwakili FABB tengah menanti langkah nyata dan jawaban konkret dari pimpinan baru Kejati Bengkulu atas seluruh tuntutan yang telah disampaikan.
( Pewarta Tim red )


















