Bandung || Kilasnusantara.id – Upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terus digencarkan jajaran Polsek Cileunyi, Polresta Bandung melalui kegiatan sambang dan edukasi langsung kepada masyarakat.
Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Girimekar, Aipda M. Yasil Nugraha, yang melaksanakan sosialisasi bahaya TPPO kepada ibu-ibu PKK di Kantor Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kamis (7/5/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Dengan duduk bersama sambil berbincang ringan, Aipda M. Yasil Nugraha memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai berbagai modus perdagangan orang yang saat ini semakin berkembang dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa TPPO tidak hanya menyasar kalangan tertentu, namun bisa menimpa siapa saja, terutama masyarakat yang tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar tanpa prosedur resmi yang jelas. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap ajakan ataupun perekrutan kerja yang mencurigakan.
“Peran keluarga, terutama para ibu, sangat penting dalam memberikan pengawasan kepada anak maupun anggota keluarganya agar tidak menjadi korban perdagangan orang. Jangan mudah percaya dengan tawaran kerja instan yang belum jelas legalitasnya,” ujar Aipda M. Yasil Nugraha saat memberikan sosialisasi.
Selain memberikan edukasi terkait TPPO, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat komunikasi antara Polri dengan masyarakat. Melalui pendekatan humanis dan dialog santai, warga terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan serta keluhan yang berkaitan dengan situasi keamanan lingkungan di wilayahnya.
Aipda M. Yasil Nugraha juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal, termasuk praktik perdagangan orang.
Menurutnya, pencegahan TPPO membutuhkan peran bersama antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat agar kasus-kasus serupa dapat diminimalisir sejak dini. Dengan keterlibatan aktif warga, potensi munculnya korban dapat ditekan.
Kegiatan sambang sekaligus sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK Desa Girimekar. Mereka mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan baru mengenai bahaya TPPO serta cara mengantisipasi berbagai modus penipuan yang marak terjadi di tengah masyarakat.
Selain itu, suasana komunikasi yang cair dan tidak kaku membuat warga merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R. melalui Kapolsek Cileunyi Akp Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K. mengatakan bahwa kegiatan sambang dan sosialisasi yang dilakukan para Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, edukasi terkait bahaya TPPO penting dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami risiko dan modus yang digunakan pelaku kejahatan perdagangan orang.
“Kami terus menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk aktif turun langsung ke masyarakat, memberikan edukasi dan membangun komunikasi yang baik dengan warga. Pencegahan TPPO harus dilakukan bersama-sama melalui kepedulian dan kewaspadaan lingkungan,” ujar Kapolsek Cileunyi.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan dugaan praktik perekrutan tenaga kerja ilegal maupun aktivitas mencurigakan lainnya yang berpotensi mengarah pada tindak pidana perdagangan orang.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” pungkas Kapolsek Cileunyi.


















