Bandung || Kilasnusantara.id – Di penghujung bulan suci Ramadhan, momen yang seharusnya dipenuhi dengan ketenangan, doa, dan istirahat terkadang terusik oleh suara knalpot yang bukan pada spesifikasinya (brong). Dari suara bising itulah kerap berawal aksi balapan liar di jalanan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui himbauan ini, Polsek Kertasari mengajak masyarakat untuk sejenak merenung di akhir Ramadhan. Malam yang seharusnya menjadi waktu ibadah dan ketenangan sering kali terganggu oleh perilaku yang sebenarnya bisa dicegah bersama.
Perlu dipahami bahwa knalpot brong sebenarnya legal untuk diproduksi. Namun penggunaannya memiliki tempat, yaitu di lintasan balap atau sirkuit, bukan di jalan umum atau lingkungan permukiman. Hal ini dapat dianalogikan seperti rokok yang legal, namun bila digunakan di tempat yang tidak semestinya seperti di SPBU, tentu dapat menjadi pelanggaran dan membahayakan orang lain. Artinya, yang menjadi persoalan bukan pada alatnya, melainkan pada cara dan tempat penggunaannya.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sodik, S.H. mengungkapkan bahwa pihak kepolisian terus melakukan langkah preventif dan penertiban terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi serta aksi balapan liar yang meresahkan masyarakat.
“Polsek Kertasari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Peran orang tua sangat penting untuk memantau aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.
Pengawasan keluarga menjadi kunci agar anak-anak tidak terjerumus pada kegiatan yang berbahaya seperti balapan liar,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Polsek Kertasari sempat mengamankan pelaku balapan liar. Dari peristiwa tersebut terungkap bahwa salah satu pelaku merupakan cucu dari seorang tokoh masyarakat yang sebelumnya sangat mendukung penertiban knalpot brong. Ketika mengetahui cucunya terlibat, tokoh masyarakat tersebut yang sudah lanjut usia tampak sangat sedih dan terpukul.
Peristiwa itu menjadi pelajaran berharga bahwa sebuah pelanggaran terkadang terasa jauh hingga akhirnya terjadi pada orang yang paling dekat dengan kita. Oleh karena itu, kepedulian keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan.
Polsek Kertasari juga mengingatkan masyarakat agar tidak melihat penertiban ini semata-mata sebagai tindakan hukum. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga ketenangan bersama.
“Jangan takut pada polisinya. Lebih dari itu, takutlah jika perbuatan kita justru mengganggu orang lain—anak kecil yang terbangun dari tidurnya, orang tua yang sedang beristirahat, dan masyarakat yang menginginkan ketenangan,” tambahnya.
Di akhir Ramadhan ini, Polsek Kertasari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kertasari tetap aman, tertib, dan penuh keberkahan dengan saling peduli serta saling mengingatkan demi kenyamanan bersama.

















