Resmikan Gedung Baru BAZNAS : Agar Layanan Zakat Lebih Optima

KOTA BEKASI — KILAS NUSANTARA. ID|

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para mustahik melalui penyediaan gedung layanan baru yang dirancang lebih efisien, representatif, dan ramah masyarakat.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, pembangunan gedung baru tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Daerah dalam memperkuat layanan zakat agar lebih optimal dan berkelanjutan. Selain menekan biaya operasional, keberadaan gedung milik sendiri dinilai akan memberikan kenyamanan lebih bagi penerima manfaat. Dengan gedung sendiri, tidak perlu sewa tempat dan masyarakat yang datang juga tidak terbebani biaya parkir. Ini bagian dari efisiensi sekaligus peningkatan layanan,” ujarnya.

Gedung yang direncanakan terdiri atas tiga lantai itu juga diharapkan memberi nilai tambah bagi warga sekitar. Lantai pertama akan difungsikan sebagai aula terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial, seperti arisan, pertemuan warga, hingga hajatan sederhana.

Lebih lanjut, lantai kedua akan difokuskan sebagai pusat pelayanan BAZNAS kepada masyarakat, dan lantai ketiga disiapkan sebagai ruang kerja pengurus dan unsur pimpinan. Saat ini, proses perencanaan desain atau gambar gedung telah rampung dan ditargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada awal tahun depan. Harapannya, saat peringatan ulang tahun BAZNAS ke-26 tahun depan, gedung ini sudah bisa ditempati,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bekasi, KH Nurul Akmal mengungkapkan, bahwa sepanjang 2025, berbagai program sosial tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran. Program tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), bantuan sembako, bantuan kesehatan, hingga santunan kedukaan.

Menurut Akmal, program-program prioritas tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026 karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. BAZNAS juga aktif menyalurkan bantuan kebencanaan, termasuk saat banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, seperti Bekasi Timur dan daerah rawan lainnya.

“Bentuk bantuannya beragam, mulai dari sembako, makanan ringan, hingga bantuan uang tunai untuk dapur umum agar warga bisa mengelola sendiri kebutuhan di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan, BAZNAS memiliki alokasi dana khusus untuk penanganan bencana setiap tahunnya. Namun, keterbatasan anggaran kerap menjadi tantangan, terutama ketika bencana terjadi beruntun hingga akhir tahun.

“Kalau anggaran sudah habis di pertengahan tahun, kami harus rapat ulang untuk pengalokasian dana lain. Kondisi ini sudah kami sampaikan ke pemerintah daerah dan juga ke masyarakat,” pungkasnya.

Penyampaian capaian program dan tantangan tersebut sekaligus menjadi refleksi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS, yang menegaskan peran lembaga zakat sebagai garda terdepan dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan di Kota Bekasi. (Indri)