KABUPATEN CIREBON, KilasNusantara.id — Pertunjukan wayang kulit hingga Seni tari anak-anak berhasil memeriahkan acara sedekah bumi yang berlangsung di desa Karangmulya kecamatan Plumbon,perayaan ini sangat meriah, warga terhibur.
Acara di gelar di halaman balai desa Karangmulya kecamatan Plumbon kabupaten Cirebon turut hadir,Muspika Camat Plumbon,Kuwu desa Karangmulya Masadi,Danramil,Kapolsek,tokoh agama, tokoh pemuda, Bhabinsa, Bhabinkabtimas, karang taruna, BPD, perangkat desa,dan Kuwu sekecamatan plumbon serta para warga sedesa Karangmulya.
Selain pertunjukan dua kesenian itu, rangkaian acara yang digelar pada sedekah bumi adalah ziarah makam,istiqosah dan tahlil bersama.
Masadi selaku kepala desa ( Kuwu ) mengatakan, wujud diadakannya acara sedekah bumi adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepada masyarakat Desa Karangmulya.
“Tradisi sedekah bumi ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang dianugerahkan oleh Allah yakni hasil bumi yang melimpah,seperti padi dan buah-buahan,kacang-kacangan,-” kata Kuwu Masadi
Sudah menjadi adat tahunan desa Karangmulya kecamatan plumbon kabupaten cirebon. Untuk mengadakan pagelaran wayang kulit setiap tahunnya saat melakukan sedekah bumi atau hajat desa.

Sedekah bumi sendiri dapat diartikan sebagai upacara adat bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezekinya berupa bumi beserta hasilnya, acara sedekah bumi ini juga sering disebut dengan acara hajat.
Pagelaran wayang kulit jati swara ki dalang Sucita dan sinden Wati Topiah (Watiri) memeriahkan acara sedekah bumi pada hari Jumat 5 Desember 2025.
Menurut Keterangan Kuwu Masadi mengatakan kepada awak media bahwa asal-usul diadakannya pagelaran wayang saat acara sedekah bumi di Desa karangmulya berawal dari kegemaran masyarakat terdahulu terhadap pagelaran wayang, hingga akhirnya pagelaran wayang ketika mengadakan kegiatan sedekah bumi menjadi tradisi turun temurun bagi warga masyarakat Desa Karangmulya,- ” terangnya
“ya sudah menjadi tradisinya, memang dari dulu sukanya wayang,” ujar Kuwu Masadi Selain menjadi tradisi, pagelaran wayang ini juga dilakukan untuk menjaga budaya agar tetap lestari di masa sekarang.
Dengan adanya acara ini, warga Desa Karangmulya berharap dapat meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat, serta memohon perlindungan dari Allah SWT. Doa bersama juga dilakukan untuk mendoakan almarhum/almarhumah.” imbuhnya
Warga bahu-membahu menyiapkan acara, menjadikan momen ini sebagai ajang kebersamaan dan pelestarian budaya. Acara berlangsung hingga dini hari dengan tertib dan penuh kekhidmatan.
Pemerintah desa berharap tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai warisan budaya yang memperkuat jati diri dan kebersamaan masyarakat desa.
Gunawan


















