Bantuan Bansos Diduga Menjadi Lahan Pungli 

Majalengka, Kilasnusantara.id-Segudang persoalan membayangi penyaluran bansos untuk warga kurang mampu Di antara modus yang ditemukan adalah pungutan liar kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan dalih untuk dibagikan lagi ke masyarakat 

Dana bansos senilai 900 ribu per KPM di pungut oleh oknum pemerintah desa Cimuncang kecamatan malausma kabupaten Majalengka Jawa barat

Selain itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima tidak utuh. Praktik pungutan berbalut subsidi bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tak hanya sampai di situ bantuan beras 20 kilo Dan minyak 4 liter juga dipungut dari penerima manfaat.

Masyarakat tidak punya pilihan lain dan tidak bisa menolak pungutan liar tersebut. Terlebih mereka adalah warga desa yang tidak tahu akan protes ke mana . Kamis 4 Desember 2025

Kepala Desa Cimuncang Kusmin saat dikonfirmasi mengakui bahwa benar, penerima bantuan sosial dipinta 100 ribu per KPM uang yang terkumpul Akan diberikan lagi kepada masyarakat yang tidak menerima bantuan dan tercatat ada 560 KPM penerima BLTS KESRA,

“Begitu juga bantuan sosial yang lainnya sama di pinta dengan tujuan untuk diberikan lagi ke masyarakat, pemerintah Desa hanya mengumpulkan

“Masalah itu sudah pada tahu karena ini kebijakan pemerintah Desa sebelum sudah Ada musyawarah bersama lembaga BPD dan LPM serta tokoh masyarakat, pungutan sudah Ada peraturan desa yang dibuat. “Ungkapnya

Sementara itu kepala Dinas Sosial kabupaten Majalengka Nasrudin Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, bahwa permasalahan yang terjadi di Cimuncang sudah tahu sebelumnya karena ada beberapa LSM Dan Awak media yang memberikan informasi.

“Yang pasti bukan bantuan bansos yang dipungut oleh pihak pemerintah desa melainkan uang KPM, karena penyaluran bantuan tersebut sudah benar Dan uang tersebut telah diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) jadi uang yang minta Itu adalah uang KPM bukan uang bansos. Karena KPM yang memberikannya, “Ucapnya