KUTACANE, KilasNusantara.id — Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) berlokasi di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), diduga dikerjakan asal-asalan menjadi sorotan publik.
Tampak Kondisi bangunan proyek P3-TGAI bergelombang, bebatuan nampak, serta pohon pinang di tengah coran. Kondisi ini tentunya diragukan kualitas proyek tersebut tidak akan mampu bertahan lama.
Menurut informasi yang dihimpun, Kelompok P3A Pinis Maju setempat tidak dilibatkan dan hanya menjadi formalitas dalam hal menarikan uang di bank pekerjaan proyek ini, sehingga mekanisme pekerjaan proyek itu tidak diketahui oleh kelompok tani, karena tidak diberikan RAB terkesan dijadikan (tumbal) apabila proyek (P3-TGAI) bermasalah dengan hukum.
Kelompok tani tersebut hanya dijadikan sebagai formalitas, ini terjadi hampir di semua kelompok tani dalam proyek P3-TGAI.
Artinya, proyek memang sudah dikondisikan untuk memperkaya pihak lain Misalnya di lapangan di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara dan daerah lainnya.

Salah satu warga setempat yang tak ingin namanya disebut juga menyoroti terkait kondisi proyek P3-TGAI tersebut, mengungkapkan kekhawatiran akan kualitas bangunan.
“Sangat disayangkan jika proyek ini tidak maksimal dikerjakan dan asal-asalan. Pasalnya, pada bangunan terlihat bergelombang, tanpa pondasi terlebih dahulu dan di tengah-tengah coran beton juga ada pohon pinang utuh sepertinya ada pembiaran, tentu itu mempengaruhi kualitas,” ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD LSM Penjara Provinsi Aceh, Pajri Gegoh angkat bicara, menilai ada permainan antara oknum tertentu yang mengendalikan proyek dan kelompok tani tersebut. “Kita minta Aparat Penegak Hukum (APH) Aceh Tenggara tidak tutup mata dan mengusut tuntas terkait proyek P3-TGAI di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, kuat dugaan korupsi,” tegasnya.
Diketahui, program proyek P3-TGAI itu sebesar Rp 195.000.000 sumber dana APBN 2025 lokasi desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Hingga berita ini di publis awak media masih terus berupaya mengkonfirmasi untuk mendapatkan keterangan resmi dari pihak bersangkutan.
(Ris/AD)


















