Kabupaten Seluma, KilasNusantara.id — Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang sedang dilaksanakan di desa Lokasi Baru,kecamatan Air Periukan,Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu,diduga mengalami kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan.Anggaran biaya (RAB) untuk program ini mencapai Rp 400 juta lebih,yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD tahun 2025, menjadi sorotan publik lemah dalam pengawasan dan adukan tidak sesuai regulasi,
Program Pamsimas di desa Lokasi Baru yang diduga mengalami kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan Pihak pelaksana proyek dilapangan dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan tersebut.Tahun Anggaran APBD DAk 2025,yang berlokasi di Desa Lokasi Baru Kecamatan Air Periukan,Kabupaten Seluma,Provinsi Bengkulu.15/9/25,
Kuat Dugaan bahwa kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan seperti adukan tidak sesuai regulasi dapat berpotensi mengurangi kualitas pekerjaan,dan pelanggan K3 terhadap para pekerja sangat membahayakan keselamatan para pekerja.Dalam Pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan regulasi yang ada,termasuk penggunaan adukan dengan memakai manual tanpa mengunakan mesin molen dan material seperti pasir yang digunakan diduga pasir Laut, terlihat para pekerja sebagian orang tidak lengkapnya,APD/K3 seperti helm sepatu sarung tangan masker rompi saat melaksanakan aktivitas,
Berdasarkan hasil investigasi awak media,ditemukan bahwa adukan yang digunakan dilapangan pekerjaan diduga tidak menggunakan mesin molen,tetapi menggunakan manual dengan menggunakan kotak tempat adukan,Selain itu,K3 diduga sebagian orang para pekerja tidak dilengkapi oleh pihak pemberi kerja,sangat lemah dalam pengawasan terhadap para pekerja hingga pekerja sebagian tidak dilengkapi APD,Ketika sedang melakukan aktivitas bedasarkan foto dan dokumentasi dilapangan Ketika awak media menanyakan langsung kepada para pekerja kemana pengawas lapangan, red,pengawas lapangan mereka belum datang.ujaranya,
Terlihat sangat jelas di lapangan para pekerja sedang melaksanakan pengecoran,menggunakan Adukan manual di dalam kotak tanpa menggunakan mesin molen,dan beberapa orang para pekerja tidak memakai,APD/K3 diduga sebagian orang para pekerja tidak dilengkapi oleh pihak pemberi kerja,maka dalam hal ini kualitas pekerjaan dapat berpotensi berkurang karena penggunaan adukan manual, Dugaan kuat bahwa kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berpotensi dikerjakan Asal Jadi,APD/K3 sangat penting jika tidak digunakan berpotensi sangat membahayakan keselamatan para pekerja.
Terpisah demi perimbangan dalam pemberitaan,Tim awak media langsung konfirmasi kepada Kepala dinas PUPR Kabupaten Seluma,pak M.Syaifullah,SE,M,SI.berdasarkan temuan dan Kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang ditetapkan,disaat sedang pengecoran dan sebagian para pekerja diduga tidak dilengkapi APD/K3 yang sedang dilaksanakan dan untuk pengadukan beton apakah di perbolehkan, pengadukan beton FC 20 Mpa Tampa molen,nanti untuk beton FC 20 Mpa nanti tidak ketemu mutunya,Via pesan WhatsApp.pada hari Sabtu tanggal/13/9/25,
Beliau menjawab pak kadis,melalui pesan WhatsApp,boleh asal mutunya terpenuhi,dilapangan kami dari pihak dinas untuk FC 20 Mpa tidak menggunakan DMF dan JMF DMF sama JMF kita blum ada anggaran untuk pengujian di lab karna Rab swakelola.
Akan Tapi dilapangan walaupun adukan manual tetap menggunakan komposisi 1:2:3 dengan menggunakan split, Mudahan fc 20 tercapai,Itulah penjelasannya Pk,kita ada juklak juknis untuk kegiatan ini,terima kasih atas perhatiannya,kalau untuk k3,Kalau rompi sebagian yang pakai dari banyak pekerja, karena rompi untuk pengadaan terbatas sesuai anggaran k3,”ujar pak kadis.
Penggunaan adukan diduga manual yang tidak sesuai dengan regulasi yang ada,para pekerja diduga sebagian tidak lengkapnya K3 yang dapat berpotensi membahayakan keselamatan para pekerja.semakin kuat Dugaan bahwa kejanggalan dan lemah dalam pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berpotensi mengurangi kualitas pekerjaan,Pelanggaran terhadap regulasi yang ada dapat berpotensi mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
Pihak dinas PUPR Kabupaten Seluma diharapkan dapat memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan regulasi yang ada.juga Pihak terkait lainnya diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menangani kejanggalan dan pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan program Pamsimas di desa Lokasi Baru.
Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pekerjaan.Pihak dinas PUPR Kabupaten Seluma diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan untuk memastikan bahwa kualitas pekerjaan dapat dipertahankan.
Dengan adanya perhatian dan tindakan yang tepat dari pihak terkait,diharapkan pelaksanaan program Pamsimas di desa Lokasi Baru dapat berjalan dengan lancar dan kualitas pekerjaan dapat dipertahankan.Selain itu, keselamatan pekerja juga harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pewarta : Adi.S.
Editor Red Korwil Bengkulu,




















