Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang Siap Menjadi Mitra Pemerintah Daerah Dengan Baik

Oplus_131072

Lumajang – Ketua DPRD Kabupaten Lumajang (Hj. Oktafiyani, SH., MH.) hadiri acara Pelantikan DPC HKTI Kabupaten Lumajang masa bakti 2025-2030 yang diselenggarakan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Minggu (25/5/2025)

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur melantik peserta pengurus DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang masa bakti 2025-2030 dengan Tema Optimalisasi Swasembada dan Pupuk Terbarukan Menuju Jawa Timur GerbangBaru Nusantara yang bertempat di Pendopo Aryawiraraja.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur Menyampaikan bahwa posisi strategis HKTI dalam mendukung program pertanian nasional. Ia memuji kerja keras petani yang membuat produksi padi dan beras nasional melampaui target.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja petani Lumajang dan  yang luar biasa untuk bisa menjadikan Lumbung pangan yang ada di jawa timur,” Ujarnya.

Khofifah juga Mengatakan peralihan sistem pertanian ke konsep Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Ia mengajak semua pihak mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik agar produktivitas tetap tinggi dan alam tetap terjaga.

“Di tahun 2030 Dunia akan sangat di khawatirkan kerisis pangan akan tetapi indonesia menjawab dengan surplous pangan, jadi tamu tamu dari luar negeri ingin tahu di jawa timur menjadi peningkatan Lumbung pangan yang sangat signifikan,” Imbuhnya.

Oplus_131072

Sementara itu Indah Amperawati Bupati Lumajang juga menyampaikan  HKTI bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Ia juga mendorong pelibatan petani milenial agar pertanian Lumajang lebih adaptif dan inovatif menghadapi tantangan zaman.

“Selamat dan kita bersama sama menjadi siap bergandengan tangan dengan HKTI Kabuapeten Lumajang Bisa memajukan pertanian di kabupaten Lumajang,” Terangnya.

Bupati Juga menambahkan bahwa LP2B di kabupaten Lumajang seluar 32.331 Hektar, targed kedepan Luas tmabah tanam padi di tahun 2025 ini seluas 91.534 Hektar, kedepannya akan bisa menjadikan Lumbung pangan Jawa Timur Atau nasional.

(Dhr)