BOGOR – Kilasnusantara.id-Kondisi sarana dan prasarana di SDN Argapura 02, yang berlokasi di Kampung Raganis, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, kini berada dalam titik kritis. Pihak sekolah, melalui Ibu Siti Kurniawati, menyampaikan desakan keras kepada pemerintah pusat maupun daerah agar segera memberikan jawaban pasti terkait permohonan bantuan meja belajar siswa dan Meubelair kantor. yang telah lama diajukan.dari tahun 2024 terkait meja belajar siswa dan tahun 2025 terkait permohonan bantuan Meubelair kantor.
Bukti proposal Meubelair pengajuan meja belajar kantor permohonan tahun 2025.
Hingga saat ini, proses belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu akibat minimnya fasilitas dasar. Tanpa meja dan kursi yang layak, siswa terpaksa belajar dalam kondisi yang tidak ergonomis,/di lantai / yang dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas penyerapan materi serta minat belajar anak.
Keluhan Utama Pihak Sekolah:
Kebutuhan Meja Belajar: Kekurangan set meja dan kursi bagi siswa-siswi yang menghambat kenyamanan di dalam kelas.
Meubeuler Kantor: Fasilitas pendukung kerja guru dan staf administrasi yang sudah tidak memadai untuk menunjang manajemen sekolah.
Ketidakpastian Jawaban: Pihak sekolah mendesak agar pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi kepastian waktu pengadaan barang melalui anggaran yang ada (seperti RKAS-P).
Ibu Siti Kurniawati menegaskan bahwa keterbatasan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan hambatan nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak di Desa Cintamanik. Sekolah berharap agar Dinas Pendidikan terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan merealisasikan bantuan guna memastikan standar pelayanan minimal pendidikan terpenuhi sesuai peraturan yang berlaku.
untuk itu kepada pemerintah pusat saya mohon dengarkan keluhannya guru guru yang ada di Indonesia ini, terkait masa depan anak bangsa Indonesia yang kekurangan fasilitas di sekolah untuk belajar mengajar.pngkas”
Saya Aseh jurnalis Nasional Melaporkan.


















