Puskesmas Cijulang Luncurkan Program “BESTIKU”, Wujud Transformasi Pelayanan Kesehatan yang Humanis

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan berorientasi pada kepuasan masyarakat terus dilakukan Puskesmas Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Salah satunya melalui peluncuran Program BESTIKU (Bersih, Empati, Santun, Terintegrasi, dan Komunikatif) sebagai inovasi internal yang menitikberatkan pada perubahan budaya kerja dan peningkatan mutu pelayanan publik.

Program BESTIKU secara resmi mulai diterapkan Senin (9/2/2026), sejalan dengan arahan Bupati Pangandaran agar seluruh fasilitas layanan kesehatan memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan kenyamanan pasien.

Kepala Puskesmas Cijulang, Dadang Saripudin, S. Kep, Ners, mengatakan bahwa BESTIKU hadir sebagai komitmen bersama seluruh jajaran puskesmas untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang bersih secara fisik dan psikologis, ramah, serta komunikatif.

“Program BESTIKU ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman sikap dan perilaku seluruh pegawai Puskesmas Cijulang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dihargai, dan dipahami sejak pertama kali datang,” ujar Dadang.

Makna dan Nilai BESTIKU

Program BESTIKU dirancang dengan nilai-nilai utama yang saling terintegrasi. Bersih dimaknai tidak hanya dari sisi kebersihan lingkungan dan penampilan, tetapi juga kebersihan niat dan ketulusan dalam bekerja. Setiap petugas diharapkan meniatkan pelayanan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian, dilandasi keikhlasan serta profesionalisme.

Dari sisi fisik, kebersihan diwujudkan melalui kerapihan seragam, penggunaan papan nama, serta sikap kerja yang mencerminkan identitas tenaga kesehatan yang profesional.

Nilai Empati menjadi roh utama dalam pelayanan. Melalui komunikasi yang efektif, petugas diharapkan mampu ikut merasakan, memahami, dan merespons kebutuhan pasien dengan pendekatan yang lebih manusiawi, bukan sekadar prosedural.

Sementara itu, Santun diwujudkan dalam tata krama pelayanan, sikap ramah, serta kebiasaan menyambut pasien dengan senyum. Filosofi “Senyum Itu Ibadah” menjadi pengingat bahwa keramahan adalah bagian penting dari kesembuhan pasien.

Pelayanan Terintegrasi dan Komunikatif

BESTIKU juga menekankan pentingnya Terintegrasi, yakni kerja sama lintas profesi di lingkungan puskesmas. Dokter, perawat, bidan, tenaga administrasi, hingga petugas pendukung didorong untuk bersinergi dalam menyusun strategi pelayanan demi kenyamanan dan keselamatan pasien.

Nilai terakhir, Komunikatif, menjadi kunci terciptanya pelayanan yang efektif. Setiap proses pelayanan harus diawali dengan komunikasi yang jelas, santun, dan mudah dipahami, sehingga terjalin hubungan yang baik antara petugas dan masyarakat.

“Komunikasi yang baik akan menciptakan rasa percaya. Ketika pasien merasa didengar dan dipahami, proses pelayanan akan berjalan lebih nyaman dan optimal,” tambah Dadang.

Menuju Pelayanan Kesehatan yang Lebih Berkualitas

Dengan diterapkannya Program BESTIKU, Puskesmas Cijulang berharap mampu menjadi role model pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkarakter, beretika, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran, sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, berintegritas, dan berkelanjutan.

Ke depan, Puskesmas Cijulang berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan internal agar nilai-nilai BESTIKU tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.

Syafarras