Lumajang – Kilas Nusantara.id – Bendera Merah Putih tidak hanya berkibar di istana negara atau kantor pemerintahan. Di sudut-sudut kampung pun, semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tetap terasa. Salah satunya di pemukiman padat Kantor Hukum Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum, Jln. Diponegoro No 72. A, Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, di mana warga menggelar lomba sederhana namun penuh makna.
Di tengah deretan rumah padat penduduk, puluhan warga dari berbagai usia berkumpul sejak pagi, Minggu (17/8/2025). hingga selesai, warga sangat antusias menyambut hari kemerdekaan.
Anton Sujatmiko, SH.,MH selaku ketua panitia lomba menyampaikan rasa terimakasih atas semangat dan antusias warga dan anak-anak dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke 80, ini adalah bentuk kepedulian dan nasionalisme kita untuk merayakan kemerdekaan.
“Kegiatan lomba HUT RI ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Ini cara kami menjaga semangat nasionalisme, bahwa kemerdekaan punya arti penting, bahkan sampai di kampung-kampung kecil seperti ini,” ujar Anton Sujatmiko dengan nada penuh kebanggaan.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi lomba HUT RI ini tidak lepas dari semangat gotong royong warga, terutama para anggota panitia, mereka dengan sukarela menyiapkan segala kebutuhan perlombaan, mulai dari peralatan lomba, hadiah, sound system sederhana, hingga dekorasi kampung yang dipenuhi nuansa merah putih.
“Ini bukti bahwa jiwa nasionalisme masih menyala di hati masyarakat, dan itu yang membuat kami tetap kompak,” tambahnya.
Suasana yang indah tersebut sekaligus menghadirkan potret nyata kebersamaan dan kekompakan masyarakat, ada berbagai macam perlombaan yang akan di ikuti oleh peserta, mulai dari lomba makan kerupuk, pentung air, memasukkan paku kedalam botol, lomba camping dan lomba gondal-gandul, semangat para peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa kekompakan dan kebersamaan itu sangatlah penting.

Kawasan Jogoyudan sendiri dikenal sebagai salah satu kampung tua di Kota Lumajang yang kini tumbuh padat dan ramai. Meski dihimpit hiruk-pikuk perkotaan, warganya tidak melupakan pentingnya merawat persatuan. Perlombaan yang digelar di halaman Kantor Hukum Advokat yang sempit menjadi bukti bahwa nasionalisme tidak ditentukan oleh megahnya tempat, melainkan oleh ketulusan hati yang menghidupinya.
Bagi Anton Sujatmiko, SH.,MH dan segenap anggota panitia, HUT ke-80 RI juga menjadi momen refleksi. Mereka berharap perayaan ini tidak hanya simbolik, tetapi juga bisa menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Harapan kami, Indonesia di usia 80 tahun ini mampu benar-benar mensejahterakan seluruh warganya. Kalau rakyat sudah sejahtera, barulah kita bisa merasakan arti merdeka sepenuhnya. Merdeka!,” seru Anton Sujatmiko
Di balik kesederhanaannya, peringatan kemerdekaan di halaman Kantor Hukum Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum menghadirkan pesan mendalam: bahwa semangat Merah Putih akan selalu hidup, tak peduli seberapa kecil ruang atau sesederhana apa pun perayaan itu. Karena bagi mereka, kemerdekaan bukan hanya soal sejarah, melainkan tentang menjaga persatuan, merawat kebersamaan, dan memastikan api nasionalisme terus menyala dari generasi ke generasi.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan lomba HUT RI lebih meriah lagi,” pungkasnya
(Dhr)



















