PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Kerusakan hutan di Kawasan Gunung Sirah Warang, Pangandaran, yang membelah empat desa, yaitu Kalijaya, Jadikarya, Bangunkarya, dan Bungurraya, telah mencapai tahap yang sangat memprihatinkan. Hutan yang dulunya berfungsi sebagai daerah resapan air dan sumber pengairan sawah kini berubah menjadi lahan tanpa vegetasi penyimpan dan pensuplai air. Kondisi ini terjadi akibat bertahun-tahun pembalakan liar, alih fungsi lahan, dan kurangnya perhatian terhadap rehabilitasi lingkungan ¹.
Refi Apriadi, Ketua Jaga Leuweung Kabupaten Pangandaran, mengungkapkan bahwa kerusakan hutan ini berdampak langsung pada sektor pertanian. “Dulu aliran air dari hutan Perhutani ini tidak pernah putus meskipun di musim kemarau, namun sekarang, di saat musim hujan sawah kebanjiran. Di saat musim kemarau datang, sawah-sawah warga mengalami kekeringan berkepanjangan dan tanaman padi gagal tumbuh karena kekurangan air,” ujarnya.
Refi Apriadi juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan inisiatif kecil-kecilan dengan menanam pohon-pohon produktif secara swadaya di lahan hutan ini. Namun, untuk memulihkan fungsi ekosistem hutan yang sudah rusak parah ini, diperlukan pos-pos pengawasan dan penjagaan yang tidak cukup hanya oleh beberapa gelintir pihak Ormas Jaga Leuweung dan Perhutani saja, tapi juga dukungan dari TNI dan Polri.
Upaya Penanganan Kerusakan Hutan
*Program Penghijauan*: Dede Sutiswa Atmaja, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Pangandaran, mendukung jika Kawasan Hutan Perhutani Gunung Sirah Warang dijadikan prioritas dalam program penghijauan yang sedang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam rangka Program strategi “Jabar Asri 2030”. Program ini menargetkan rehabilitasi 1.000 hektar lahan kritis sepanjang tahun 2025.

Koordinasi Antara Instansi: Perhutani, Dinas Kehutanan Provinsi, Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian perlu berkoordinasi untuk merancang langkah terintegrasi yang tidak hanya menanam pohon, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan secara berkelanjutan.
Kesiapan Desa dan Jaga Leuweung: Untuk masuk dalam program penghijauan, perlu kesiapan dari pihak desa-desa dan juga Jaga Leuweung, termasuk data lahan, potensi partisipasi masyarakat berkelanjutan, dukungan dari TNI dan Polri, serta dukungan infrastruktur lokal.
Kerusakan hutan ini bukan hanya berdampak pada alam, tetapi juga langsung menurunkan daya beli masyarakat dan ketahanan pangan. Jika tidak segera ditangani, krisis air dan gagal panen akan menjadi masalah tahunan yang berkepanjangan di Kabupaten Pangandaran ².
Sysfarras



















