Lumajang – Kilas Nusantara.id – Perhelatan Lempeni Colour Carnival (LCC) berlangsung dengan spektakuler, pada Sabtu (31/10/2026). Carnival busana megah yang berakar budaya lokal ini mampu memberikan pertunjukan yang sangat berkesan dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Lempeni Colour Carnival (LCC) adalah salah satu gebrakan di antara atraksi karnaval yang digelar di Kabupaten Lumajang selama 2026 dengan tajuk “Lempeni Colour Carnival”.
Lempeni Colour Carnival (LCC) selalu menghadirkan tema yang tak pernah lepas dari budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Tahun ini temanya adalah “Lempeni Ngangeni” yang mengangkat legenda rakyat yang menceritakan asal usul nama Lumajang.
Lempeni Colour Carnival merupakan event budaya yang melibatkan segenap masyarakat dalam penyelenggaraannya. Budaya lokal menjadi pakem yang tidak boleh ditinggalkan dalam menentukan temanya. “Seniman dan budayawan Lumajang berperan utama dalam setiap pemilihan tema,” ujar Kepala Desa Lempeni Reza Firman Eldiansyah.
Reza Firman Eldiansyah menyebut, Lempeni Colour Carnival (LCC) mempunyai tiga tujuan. Pertama, ini adalah upaya mengenalkan budaya lokal ke publik global.
“Kita ingin Menumbuhkan rasa cinta pada budaya lokal,” ujarnya.
Kedua, event carnival ini adalah ruang untuk mengapresiasi anak-anak, remaja, ibu/bapak, serta masyarakat Lumajang yang bergiat di bidang seni-budaya. “Salah satu problem pengembangan seni-budaya kita selama ini adalah minim apresiasi. Kita ingin di kenal dan ditonton ribuan orang. Dengan event ini, apresiasi dilakukan sekaligus bagian dari regenerasi pencinta seni-budaya,” ujar Reza.

Sementara itu wakil ketua II DPRD kabupaten Lumajang Solikin mengatakan, bahwasanya saya ingin menggerakkan budaya, wisata dan ekonomi masyarakat Lumajang.
“Hotel penuh, kuliner laris, oleh-oleh ludes, jasa-jasa penunjang bergerak seperti jasa transportasi, pemandu wisata dan lain-lain,” papar Solikin. Ini adalah pesta rakyat. Tujuan utama dari berbagai event pawai budaya pariwisata yang kami gelar adalah untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Di setiap festival karnival, kami membebaskan sepanjang jalan di sekitar lokasi untuk berjualan UMKM karena ini adalah pesta mereka. Kedepannya kami akan terus menguatkan pariwisata daerah, salah satunya menambah infrastruktur wisata.
Di tahun ini sudah ada hotel bintang lima yang beroperasi di Lumajang yaitu Aston Iin, yang bisa menarik perhatian para wisatawan lokal dan wisatawan asing, dan untuk tahun depan Inya Allah Lumajang akan hadir dengan wajah baru dan dapat meningkatkan daya saing,” imbuh Solikin.

Sementara itu, sebanyak 26 peserta Lempeni Colour Carnival (LCC) memberikan penampilan yang luar biasa. Mereka merupakan anak anak muda Lumajang yang penuh dengan ide dan kreativitas tanpa kehilangan semangat tradisi dalam menuangkan segenap potensinya.
“Anak anak ini tidak hanya menampilkan desain pakaian yang kreatif, namun sebagai garda terdepan menyampaikan pesan budaya dan sejarah. Dari Lumajang untuk dunia,” pungkas Solikin.
Lempeni Colour Carnival (LCC) 2026 ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Antara lain Camat Tempeh Abdillah Irsyad,.S.STP, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lumajang Solikin, Kapolsek Tempeh AKP Syamsul Arifin,.S.Pd, Danramil Tempeh Kapten Inf Sri Hariyanto, Kepala Desa Lempeni Reza Firman Eldiansyah, Ibu Kepala Desa Lempeni Riszeila Rumil, Tokoh Agama dan Masyarakat.
(Dhr)



















