Desa Wisata Selasari Bergerak Bebas Sampah, CCTV Awasi Pembuang Sampah Sembarangan

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Menjaga keindahan alam saja tidak cukup untuk menjadikan desa wisata sebagai destinasi unggulan. Kebersihan lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci penting agar pariwisata tumbuh berkelanjutan.

Atas dasar itu, Pemerintah Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memperkuat gerakan “Desa Bebas Sampah” melalui penerapan aturan tegas, pengawasan CCTV, serta pemberdayaan masyarakat lewat Bank Sampah Saling Peduli.

Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara, A.Md., yang akrab disapa Ugas, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari komitmen menjadikan Selasari sebagai desa wisata yang bersih, hijau, sehat, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan pada Rabu (28/10/2026), seiring dengan penguatan penerapan kawasan bebas sampah di wilayah Desa Selasari.

“Komitmen kita jelas, Desa Selasari sebagai ikon desa wisata harus benar-benar ramah lingkungan, bersih, hijau, dan menyejahterakan. Kebersihan adalah kunci utama kenyamanan wisatawan sekaligus kesehatan masyarakat,” ungkap Ugas.

CCTV Perkuat Pengawasan, Warga Diminta Disiplin

Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Desa Selasari tidak hanya mengandalkan imbauan. Larangan membuang sampah sembarangan diperkuat dengan pemasangan kamera pengintai atau CCTV di sejumlah titik strategis.

Pengawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat sekaligus mencegah perilaku yang berpotensi mencemari lingkungan.

Pasalnya, persoalan sampah bukan hanya menyangkut estetika, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kelestarian alam, dan citra destinasi wisata.

Pemerintah desa pun mendorong masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kewajiban ketika ada kegiatan kerja bakti atau saat kawasan wisata ramai dikunjungi wisatawan.

Ketua Pokdarwis Aris Kusmawan Dukung Gerakan Desa Bebas Sampah

Senada dengan Kepala Desa Selasari, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Selasari, Aris Kusmawan, turut menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di kawasan desa wisata.

Keterlibatan Pokdarwis dinilai penting karena pengembangan destinasi wisata tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat, pengelola objek wisata, pelaku usaha, serta para pengunjung.

Sinergi berbagai pihak dibutuhkan agar gerakan Desa Bebas Sampah dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun keberlangsungan aktivitas pariwisata.

Kebersihan kawasan wisata juga menjadi salah satu aspek yang memengaruhi kenyamanan pengunjung. Lingkungan yang tertata dan bebas dari sampah dapat mendukung pengalaman wisata yang lebih baik sekaligus menjaga potensi alam Desa Selasari untuk jangka panjang.

Bank Sampah Saling Peduli Dorong Sampah Bernilai Ekonomi

Selain melalui pengawasan, upaya menjaga kebersihan lingkungan di Desa Selasari juga diperkuat dengan keberadaan Bank Sampah “Saling Peduli”.

Program ini mendorong warga, khususnya di Dusun Lestari dan sekitarnya, untuk mengelola sampah rumah tangga secara lebih produktif.

Melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Keberadaan bank sampah juga menjadi sarana untuk membangun pola pikir masyarakat bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola menjadi sumber daya yang memiliki nilai.

Dengan demikian, gerakan Desa Bebas Sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kebersihan Jadi Modal Masa Depan Wisata Selasari

Gerakan Desa Bebas Sampah menjadi bagian dari upaya Desa Selasari menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.

Keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan, penerapan aturan, pengelolaan sampah, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Pemerintah desa bersama Pokdarwis dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi agar kebersihan tidak hanya terjaga di kawasan wisata, tetapi juga menjadi karakter kehidupan masyarakat Selasari.

Dengan komitmen tersebut, Desa Selasari berupaya mempertahankan daya tariknya sebagai desa wisata di Kabupaten Pangandaran yang tidak hanya menawarkan potensi alam, tetapi juga lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Sysfarras