Diduga Ada Oknum dalam Pelaksanaan Proyek Kota Bekasi, Warga Minta Transparansi dan Pengawasan Diperketat

Kota Bekasi – Pelaksanaan proyek pembangunan pedestrian dan saluran di wilayah Kota Bekasi kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga menyoroti aktivitas pekerjaan proyek yang dilakukan hingga malam hari dan menimbulkan dugaan adanya oknum tertentu yang dinilai kurang profesional dalam menjalankan pekerjaan di lapangan.

Dari pantauan di lokasi, terlihat jl. kayuringin jaya kota Bekasi kecamatan Bekasi Selatan pengerjaan galian saluran dan pedestrian dilakukan di sisi jalan dengan kondisi penerangan terbatas. Meski telah dipasang papan peringatan “Mohon Maaf”, warga menilai

pengamanan area proyek masih perlu diperketat demi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Beberapa warga mengaku mendukung program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi karena dianggap penting untuk memperbaiki

infrastruktur perkotaan. Namun demikian, masyarakat berharap seluruh proses pekerjaan dilakukan secara terbuka, profesional, dan tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. Kayuringin jaya kota Bekasi kecamatan Bekasi Selatan 

“Kalau pembangunan tentu kami mendukung, karena memang fasilitas umum perlu diperbaiki. Tapi jangan sampai ada oknum yang justru membuat masyarakat merasa tidak nyaman atau sulit mendapatkan informasi terkait proyek,” ujar salah satu warga sekitar.
Selain persoalan komunikasi di

lapangan, masyarakat juga meminta agar kualitas pekerjaan benar-benar diawasi. Pasalnya, proyek yang menggunakan anggaran daerah harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan menghasilkan pembangunan yang berkualitas untuk kepentingan publik.

Warga berharap Dinas terkait di Pemerintah Kota Bekasi dapat turun langsung melakukan monitoring terhadap seluruh pelaksanaan proyek, termasuk mengevaluasi apabila ditemukan adanya dugaan tindakan arogan, kurangnya pengawasan

keselamatan kerja, maupun indikasi penyimpangan oleh oknum tertentu.
Menurut pengamat perkotaan, proyek pembangunan tidak hanya soal penyelesaian fisik semata, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik

terhadap pemerintah. Karena itu, keterbukaan informasi, pengawasan ketat, dan sikap profesional seluruh pihak di lapangan menjadi hal penting agar pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi dapat menjadi contoh pelayanan publik yang baik, aman, dan berpihak kepada

kepentingan warga. Dengan pengawasan yang maksimal, proyek pemerintah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran kontrak sebesar Rp7.378.448.703,00 yang di nilay pantastis. (Indri)